Pemkot Palembang akan Mengurai Sampah Jadi Energi Terbarukan

- Jurnalis

Rabu, 28 Agustus 2019 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Photo : Humas Pemkot Plg)

(Photo : Humas Pemkot Plg)

PEMERINTAH KOTA (Pemkot) Palembang bersama Ditken EBTKE dan PTNW Resources menjalin kerjasama dalam pengelolaan sampah di TPA Sukawinatan. Kerjasana Momerendum of Understanding (MoU) ini ditandatangani langsung Walikota Palembang H Harnojoyo bersama Ditjen  di Ruang Rapat Ditjen EBTKE, F.X Sutijastoto, Jakarta, Rabu (28/8/2019)

Walikota Palembang Harnojoyo menyambut baik kerjasama tersebut. Dengan harapan dapat mengurai sampah di Kota Palembang yang kian bertambah seiring dengan pertambahan penduduk agar dapat diurai menjadi energi terbarukan dan memiliki nilai ekonomis.

“Potensi sampah Palembang 1.200, sedangkan yang terangkut hanya 600 sampai 800 ton perhari,” ungkap Harnojoyo.

Sebanyak 900-1.300 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, karena itu dibutuhkan metode pengelolaan sampah untuk mengurai sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti menjadi energi listrik.

Baca Juga:  Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Karena itu dengan adanya kerjasama ini, dapat mengurai sampah terutama sampah plastik. Mengingat plastik menjadi penyumbang sampah terbanyak dan sulit diurai. “Kondisi ini terjadi karena hilirnya yakni TPA yang kondisi lahan 25 hektar, sekarang sisa 5 hektar,” ungkapnya.

Untuk mengurai sampah di TPA Sukawinatan ini, lanjut Harnojoyo, sebelumnya Pemkot Palembang mengupayakan melalui sumur metan yang dapat menghasilkan energi listrik 500 kwh. Hanya saja upaya tersebut dinilai tidak efektif karena membutuhkan biaya yang besar dengan membangun sumur batu setiap 6 bulan sekali.

“Selain itu juga melalui insenerator dengan kapasitas 20 megawat,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen EBTKE, FX Sutijastoto, mengatakan Ditjen EBTKE membuka peluang semua daerah untuk sama sama membangun energi terbarukan. Terutama melalui pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Menurutnya untuk mengurai sampah perkotaan, tidak hanya bisa dilakukan di TPA saja, melainkan bisa juga melalui melalui kecamatan. Yang mana dari teknologi terbaru nantinya, sampah plastik dapat diurai menjadi bahan bakar cair atau fuel, pelet dan syngas yang dapat menghasilkan 500kwh untuk pembangkit listrik.

“Tidak hanya itu, diharapkan adanya peluang yang dapat menjadi nilai  ekonomi untuk masyarakat sekitar melalui energi yang di hasilkan yang dapat di gunakan untuk akes penerangan jalan, dan untuk masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan akses listrik,”singkatnya.

 

Sumber : Releashumas

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru