KEMATIAN, tak seorang pun dapat menduga dan menentukan, kapan ia datang kepada setiap makhluk hidup (terutama manusia).
Misteri kematian ini hanyalah Allah SWT yang dapat menentukan waktu dan di mana lokasi kematian bagi manusia itu terjadi. Karena itu, disaat kita berhura-hura dengan segela rezeki dan kesenangan yang diberikan Allah SWT, yang patut kita ingat, semua itu akan kita tinggalkan. Karena kita bakal mati.
Yang jadi perranyaan, apakah seseorang mengetahui bahwa dirinya telah disekap kematian? Itu pun tak dapat dipastikan.
Yang pasti, ketika nyawa berpisah dari raga, bagi manusia yang sudah dijemput maut, mereka hanya merasakan kematian itu layaknya mimpi.
Bahkan dalam mimpinya, ia juga melihat jasadnya yang terbujur dan ditangisi, dikafani, dishalati hingga dirinya diturunkan ke liang lahat.
Tatkala ia ditimbuni tanah, dia merasa sedang berada dalam ruang mimpi yang begitu mencekam dan menakutkan.
Menurut Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya, saat itu terjadi, tak ada orang yang mampu memberi pertolongan. Sebab derajat utama dirinya di sisi Allah di hari kiamat kelak, hanya Alquran yang mampu meringankan penderitaanya. Saat itu, Nabi dan Malaikat tidak berdaya terhadap hak-hak kematian seseorang.
Dalam kitab La’aali Masnunah yang diriwayatkan Al Bazzar, jika seorang manusia meninggal dunia, di antara kesibukan orang-orang menyiapkan kain kafan untuk penguburan, seorang pemuda tampan berdiri di atas depan kepala jenazah. Ketika kain kafan itu mulai dililitkan ke tubuh si mati, lelaki itu pun di antara dada dan kain kafan.
Setelah jenazah itu dikebumikan dan orang-orang yang mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya, datanglah malaikat Munkar dan Nakir. Kedua malaikat itu mencoba memisahkan orqng tampan tersebut dari si mayat agar memudahkan proses tanya jawab.
Namun si tampan itu berkata, “Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimana pun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk menanyai dia, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan perpisah dengan orang ini sampai ia dimasukkan ke syurga.”
Kemudian si tampan berpaling ke pada sahabatnya. Ia berkata, “Aku adalah Alquran yang kadang-kadang kamu baca dengan lafal yang tegas dan suara keras. Bahkan dengan suara perlahan. ”

“Jangan khawatir, setelah mendengarkan pertanyaan Munkar dan Nakir, engkau tidak akan mengalami kesulitan, ” katanya.
Setelah kedua malaikat selesai bertanya, lelaki tampan itu menghamparkan tempat tidur dan permadani sutra yang beraroma kesturi dari Mala’il A’la (himpunan Fadhilah Amal :609).
Allahu Akbar. Selalu ada getaran haru seusai membaca hadist tersebut. Getaran itu itu begitu menyentuh perasaan karena penuh dengan muatan pengharapan dan kekhawatiran.
Getaran harap itu tentu saja karena mengharapkan Alquran yang kita baca itu dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembelaan. Getaran itu sekaligus adanya rasa takut jika Alquran akan menuntut diri kita.
Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Alquran adalah pemberi syafaat yang pasti dikabulkan Allah SWT.
“Ya Allah, ampuni dosaku, doa ibu bapaku, keluargaku, saudaraku, dan seluruh kaum muslimin. Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Amin Allahumma Amin.
Sebelum mati, kita mempunyai dua pilihan, yakni, membiarkan sedikit pengetahuan hanya di baca di artikel ini, atau membagikannya ke semua teman dan kaum muslimin. Insya Allah ini akan menjadi pahala untuk kita semua. Amin. (*)








![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)










