Hancur Lebur, Keadaan Jalan Gandus

- Jurnalis

Selasa, 19 Februari 2019 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG – Kondisi jalan di Kecamatan Gandus Palembang, saat ini harus menjadi perhatian penuh dari Pemerintah Kota Palembang. Jalan yang sudah puluhan tahun dibangun dan diharapkan dapat mengembangkan ekonomi warga setempat,  saat ini keadaannya sangat memprihatinkan.

Bahkan, di satu sisi sudah ada yang dibangun sepanjang sepuluh meter, sedangkan fisik jalan lanjutan yang belum ditingkatkan itu, kondisinya seperti kubangan kerbau, berlumpur dan terdapat genangan air berwarna pekat.

Menurut calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Palembang, Ir H A Lagan, pemerintah harus melihat keadaan di lokasi kerusakan. Sebab, katanya, jalan yang diharapkan dapat memajukan masyarakat Kecamatan Gandus, justru berada dalam keadaan babak belur.

“Harusnya Pemerintah Kota Palembang turun ke lokasi. Sebab jalan yang sudah sekian tahun itu rusak, justru tidak ada peningkatan sama sekali. Bahkan ada beberapa ruas jalan yang dibangun, tapi keadaannya sangat tidak kondusif. Selain barada dalam ketinggian 30 sentimeter, sangat kontras dibanding ruas jalan selanjutnya yang masih mentah dan selalu tergenang air berwarna hitam pekat,” tegas Lagan kepada Wideazone.com, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga:  Tawuran Maut di Palembang: Pelajar 1 Ilir Tewas Tertusuk

Yang membuat Lagan heran, sudah berpuluh kali keadaan itu diberitakan ke sejumlah surat kabar, namun Pemkot Palembang belum ada reaksi positif untuk memperbaiki keadaan jalan. Lagan mengatakan, sebaiknya dibangun dengan ketinggian 15 sentimeter, namun panjang perbaikan harus lebih dari keadaan yang ada sekarang.

Ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian pemerintah. Pertama, jalan yang dibangun tidak setinggi sekarang. Sebab ketinggian jalan sangat tidak sesuai dengan keadaan jalan lanjutan yang masih dalam keadaan babak belur. “Saya sudah melewati jalan itu. Wuih saya begitu sedih menyaksikan keadaan jalan,” kata Lagan.

Kedua, kata Lagan, kekuatan cor beton harus lebih ditingkatkan. Tak hanya  ketinggian, tapi kualitas cor semen harus mampu bertahan lebih lama dibanding pembangunan yang dilakukan sekarang. Yang membuat Lagan terkejut, ketinggian 30 sentimeter itu sangat menghentak kendaraan setelah turun ke ruas jalan yang belum dicor.

Menurut dia, kondisi ini sangat berhahaya. Jika pengendara kendaraan roda dua tidak siap dengan keadaan itu, mereka dapat tergelimpang dan terluka.  Keadaan ini seringkali terjadi. Banyak korban yang tergelimpang harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga:  Kejari Palembang Terapkan "Plea Bargaining" Terpidana Penggelapan Jalani Kerja Sosial

Lagan mengimbau pemerintah untuk meningkatkan perhatiannya untuk memperbaiki keadaan jalan yang hancur lebur tersebut. Selain itu, kenadaraan angkut seharusnya tidak melebihi tonase seberat lima ton.

“Bahkan yang saya perhatikan selama beberapa jam di lokasi itu, kendaraan pabrik membawa angkutan melebihi kapasitas delapan ton. Bahkan ada kendaraan yang mengangkut karet lebih dari 10 ton. Jadi wajar  apabila jalan di Kecamatan Gandus ini hancur lebur,” kata Lagan dengan nada tinggi.

Karena itu ia juga meminta pihak pabrik untuk ikut bertanggung jawab dengan keadaan jalan yang mereka lalui. Jalan Gandus, katanya, harus digunakan kendaraan angkut kecil dengan daya angkut maksimal lima ton. Sebab jalan tersebut merupakan jalan kelas empat yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.

“Saya meminta pemerintah untuk meningkatkan status jalan dari jalan kelas empat menjadi jalan kelas satu. Namun untuk membangun jalan tersebut, sebaiknya pihak pabrik dan pengusaha yang ada di sekitar itu dapat membantu program peningkatan jalan tersebut,” tegasnya. (anto narasoma/abror vandozer)

Berita Terkait

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Palembang Raih National Governance Award 2026
Kejari Palembang Terapkan “Plea Bargaining” Terpidana Penggelapan Jalani Kerja Sosial
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Palembang Mantapkan Persiapan HUT ke-1343: Belajar dari Sejarah..
Ratu Dewa Instruksikan OPD Fokus Deteksi Dini Karhutla
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:13 WIB

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Sabtu, 25 April 2026 - 11:35 WIB

Palembang Raih National Governance Award 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:15 WIB

Kejari Palembang Terapkan “Plea Bargaining” Terpidana Penggelapan Jalani Kerja Sosial

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 19:29 WIB

Palembang Mantapkan Persiapan HUT ke-1343: Belajar dari Sejarah..

Berita Terbaru