Keadaan ini sangat merugikan kita. Karena kecemasan berlebihan merupakan aspek yang berpotensi untuk menurunkan daya tahan fisik kita.
Keadaan ini sangat berbahaya. Karena tingkat kecemasan berlebihan itulah yang menjadi pendorong vivod-19 untuk mencekik kesehatan manusia.
Karena itu kita harus menjaga stamina agar tidak stres dan cemas. Kondisi seperti ini sangat berbahaya.
Dalam keadaan cemas dan stres, reaksi yang muncul sangat tidak menguntungkan. Dr Zulkhair Ali SpPD KGH-FINASM dari Rumah Sakit Muhammad Hossien, mengatakan apabila seseorang dalam keadaan cemas, stres atau marah, maka otak manusia akan memgeluarkan hormon noradrenalin.
Hormon ini sangat beracun. Jika noradrenalin telah menguasai jiwa manusia dalam kondisi stres dan tertekan, maka fisiknya menjadi lemah.
Kondisi orang tersebut menjadi sakit-sakitan, cepat tua, bahkan dapat mematikan syarafnya. Keadaan ini sangat berbahaya.
Dalam keadaan seperti apapun, seseorang harus tetap konstan menjaga daya tahan tubuhnya. Apalagi di tengah suasana pandemi virus corona diseases seperti saat ini. Sebab hingga sekarang, belum ada vaksin yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona.
Menghadapi suasana seperti ini, seseorang disarankan untuk tetap tenang dan berpikiran positif. Dengan demikian kesehatannya tetap terjaga.
Paling tidak, dengan stamina terjaga, seseorang akan terhindar dari rongrongan infeksi virus corona yang mematikan itu.
Yang penting, ketika kita baru pulang ke rumah, segeralah melucuti pakaian yang kita kenakan selama dalam perjalanan tadi.
Bahkan sebelum kita mencuci tangan dengan sabun, disarankan untuk tidak memegang hidung, mulut atau indera lain di seputaran wajah kita.
Dengan cara ini, kita dapat melindungi diri sendiri dari infeksi virus corona diseases 2019. Bahkan dengan cara ini, kita juga dapat menjaga untuk tidak menularkan virus corona.
Gejala infeksi virus corona, hari pertama virus itu mendekam di ruang kerongkongan kita.
Hari kedua, virus mulai berkembang dan menyebar ke paru-paru. Dalam keadaan ini temperatur orang tersebut akan meningkat. Otomatis, tubuh kita menjadi demam tinggi.
Hari keempat, setelah virus corona diseases menelusup ke paru-paru, seseorang akan kesulitan bernapas. Dalam kondisi buruk semacam inilah kehidupan seseorang akan menjadi pertaruhan.
Sebenarnya proses penularan virus corona tak ubahnya mirip dengan serangan virus-virus lainnya, seperti virus flu. Namun karena kita berada di bawah tekanan kekhawatiran yang tinggi (stres berat), maka daya tahan tubuh seseorang menjadi anjlog. Dari sinilah virus corona menjadi ganas dan mematikan kehidupan kita. (*)
* Abror Vandozer/Anto Narasoma




![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)






