5 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2020 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan dan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan dan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

WIDEAZONE.COM, JAKARTA – Sebanyak lima provinsi teridentifikasi nol kasus atau tidak ada penambahan kasus COVID-19 pada hari ini, Kamis (25/6).

Kelima provinsi tersebut yakni Provinsi Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pada konferensi pers di Meda Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (25/6). Akumulasi kasus konfirmasi positif di sejumlah provinsi tersebut, Provinsi NTT 111 kasus, Jambi 114, Bangka Belitung 148, Kalimantan Barat 313 dan Sulawesi Tenggara 337.

Berita positif lain yakni 17 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10, sedangkan kasus sembuh hari ini sebanyak 791. Total kasus yang dinyatakan sembuh mencapai 20.449 kasus.

Yurianto menyampaiakn bahwa pemeriksaan spesimen sebanyak 19.510 spesimen pada hari ini, sedangkan total spesimen akumulatif sampai dengan sekarang adalah 708.962 spesimen.

“Dari pemeriksaan ini, kasus positif naik menjadi 1.178, sehingga totalnya adalah 50.187 orang,” ujar Yurianto.

Provinsi Jawa Timur masih pada urutan teratas dengan angka kasus baru per hari ini. Kasus baru di provinsi ini mencapai 247 kasus, disusul DKI Jakarta 196, Sulawesi Selatan 103, Maluku Utara 80 dan Jawa Tengah 78.

Baca Juga:  Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

“Dari penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap beberapa provinsi yang kita sebut di atas, sebagian besar kontak erat masih dijalankan. Tanpa perlindungan masker, tidak menjaga jarak. Inilah fakta yang kemudian menyebabkan kasus-kasus positif masih tinggi di beberapa tempat,” tegas Yuri.

Ia mengingatkan bahwa tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker menjadi faktor utama sebaran kasus tersebut.

“Pada _tracing_ yang secara agresif kita lakukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium secara masif, inilah yang membuktikan, bahwa menjaga jarak, menggunakan masker sesuatu yang sangat penting untuk kita lakukan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, angka pasien meninggal dunia berjumlah 47 orang sehingga totalnya menjadi 2.620 orang.

Yurianto menyampaikan bahwa sebaran kasus positif teridentifikasi di 446 wilayah administrasi kabupaten dan kota di 34 provinsi. Gugus Tugas Nasional terus melakukan pemantauan pada orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 37.294 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.323 orang.

“Saudara-saudara, tetap kita harus menyadari, bahwa penularan yang terjadi dari fakta yang kita lakukan setiap melakukan penyelidikan epidemiologi, setiap kita melakukan tracing dari kasus positif yang kita rawat, selalu faktor tidak menjaga jarak, faktor tidak menggunakan masker, ini adalah faktor utama yang menyebabkan penularan,” ucap Yurianto.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Ia kembali mengingatkan untuk menerpakan adaptasi kebiasan baru dengan kedisiplinan tinggi.

“Kita tidak boleh lagi menjalankan kebiasaan lama, yang merasa aman dengan tidak menggunakan masker, yang merasa dengan tidak menjaga jarak. Inilah kebiasaan baru yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita karena kita yakin, apabila ini dilakukan secara serempak, secara bersama-sama, secara terus-menerus, ini akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk mencegah penyebaran COVID-19,” pesan Yurianto.

Di akhir, Yurianto menyampaikan bahwa keluarga menjadi basis terhadap perubahan perilaku.

“Keluargalah yang kemudian menjadi kekuatan utama kita untuk adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan menjaga jarak, kebiasaan menggunakan masker, dan kebiasaan mencuci tangan. Kita yakin dengan cara-cara ini, kita bisa melawan COVID-19. Kita yakin, kita pasti bisa,” tutupnya. (Ril BNPB/Yfi/Abror Vandozer)

Berita Terkait

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru