PEMENTASAN Teater Potlot era milenial lebih cenderung menghadirkan gerak-gerak prasa yang menohok ketimpangan kebijakan sosial.
Kecenderungan ini merupakan wujud kreativitas seniman teater Connie C Sema. Jauh panggang dari api, begitulah istilah reaksi jiwa teatralistasnya menggarap pementasan prasa.
Di era tahun 1980 an, konsep teater menampilkan dengan gambaran fakta tentang realitas sosial, politik dengan gambaran dialog kental untuk penyampaian isi naskah ke audiens.
Apakah sudah muncul kejenuhan ketika pola penyajian tontonan langgung lebih cenderung ditampilkan dalam gerak-gerak prasa yang diiringi konstanitas musikal?
Menurut WS Rendra, teater merupakan ruang besar di yang memuat sejumlah kreativitas. Sebab untuk menentukan perkembangan sosial, kreativitas pekerja teater harus mampu membaca perkembangan itu.
Lantas apakah sajian teater dengan gerak-gerak prasa seperti tampilan Connie C Sema dan kawan-kawan dalam komunitas Teater Poltot adalah kekeliruan estetika?
Bertolt Brech (1896-1956), mengatakan pemain dan pengelola teater harus selalu memperlihatkan tiap perkembangan yang mereka sajikan di panggung.
Sebab pementasan cerita (sandiwara) panggung tak hanya mengungkap isi naskah, tapi memberikan efek hiburan yang prima (stage act).
Karena dari sebanyak penonton yang ada, terdapat pengunjung intelektual yang selalu kritis dan menginginkan tampilan baru dalam pementasan yang ia saksikan.
Karena itu Bertolt menilai, hal-hal baru yang disajikan dalam satu pementasan adalah keharusan. Sebab nilai pergerakan yang maju dalam satu pementasan, sangat dibutuhkan bagi pembaharuan.
Pada perang dunia II, penata panggung dan dramawan dunia Anton Pawlowicth Tschechow selalu menampilkan hal-hal baru bagi penampilan teaternya untuk tentara Nazi.
Ia juga menyisipkan nilai-nilai politis dalam seni pentasnya. Tampilan uni selalu mendapat pujian dari penontonnya.
Memang kreativitas panggung sangat dibutuhkan penonton, terutama yang hidup pada iklim pembaruan. Karena hal-hal baru bagi mereka merupakan tuntutan estetika yang sesuai zamannya.
Dramawan Indonesia Asrul Sani selalu mencari hal-hal baru untuk kelengkapan estetika pementasannya. Katena itu dalam film-film yang ia sajikan, banyak kekaguman yang diarahkan ke dirinya.
Sejak dekade 1980 an, Potlot mengajarkan pemainnya agar cenderung “menyetubuhi” nilai gerakan, nilai pikiran, nilai-nilai panggung serta isi naskah yang akan dipentaskan.
Apabila menguasai itu, permainan sang aktor bermain dengan kedalaman estetika yang tinggi. Tiap gerakan, tangisan, tertawa, menjerit atau berkata secara bersama-sama akan dapat ditampilkan dengan permainan yang natural dan beresensi tinggi.
Dari peralihan adegan satu ke adegan lanjutan, akan membawa perasaan penonton ke ruang-ruang imajinasi yang kental.
Misalnya ketika Potlot mengetengahkan cerita Wong Wong karya Anwar Putra Bayu, penyajian orang-orang dalam cerita itu sangat kompleks mengusung nilai-nilai sosial masyarakat.
Misalnya persoalan seks, kompleks pelacuran, akting pejabat, serta pengusung nilai sosial, dimainkan dengan estetika yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Penampilan Teater Potlot di bawah komando Connie C Sema saat ini, merupakan pengejawantahan nilai kemajuan yang diharapkan konsep teater.
Karena itu, setiap kritik sosial yang diajukan dalam isi cerita tentang kemeranaan lahan gambut, selalu melahirkan aplus dan apresian dari para penonton di panggung. (*)



![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-225x129.jpg)
![Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur [FSJ OKUT] mendatangi Mapolres OKU Timur, Rabu 14 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0013-225x129.jpg)

![Pemerintah Kota Palembang bersama TNI Angkatan Udara menandatangani pernyataan bersama terkait penggunaan sementara lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang [SMH] untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0010-225x129.jpg)


![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-129x85.jpg)
![Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur [FSJ OKUT] mendatangi Mapolres OKU Timur, Rabu 14 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0013-129x85.jpg)

![Pemerintah Kota Palembang bersama TNI Angkatan Udara menandatangani pernyataan bersama terkait penggunaan sementara lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang [SMH] untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0010-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
