Mahasiswa Asal Papua di Palembang Desak Pemerintah Tutup PT Freeport

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa puluhan masaa dari Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya [KOMPAS] di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan [Sumsel] pada Selasa 7 April 2026.

Aksi unjuk rasa puluhan masaa dari Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya [KOMPAS] di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan [Sumsel] pada Selasa 7 April 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Peringatan ke-59 PT Freeport Indonesia diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan massa Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya [KOMPAS] di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan [Sumsel] pada Selasa 7 April 2026.

Tak ayal, Mahasiswa asal Papua ini mendesak Pemerintah melalui pihak Legislatif Sumsel untuk segera menutup PT Freeport yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

“Meminta sikap tegas pemerintah mengevaluasi menyeluruh hingga penutupan PT Freeport Indonesia,” tegas Presiden KOMPAS Nis Murid dalam lontaran orasinya.

Tak sampai di situ, KOMPAS menyoroti ketimpangan terhadap Rakyat Papua dalam persoalan dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Dogiyai. “Menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum [APH] untuk mengusut tuntas pelanggaran tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Nis Murid juga menyatakan desakan terhadap pengungkapan dan penindakan tegas terhadap pelaku penyiraman aktivis HAM, Andrie Yunus.

“Kami minta proses hukum yang transparan, adil, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

“Menuntut perlindungan bagi aktivis pembelajar HAM dan masyarakat sipil dari segala bentuk kekerasan serta intimidasi,” tambah dia.

Kami mahasiswa dari Papua, lanjut Nis menyampaikan aspirasi ini sebagai bahan evaluasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami ingin Papua yang lebih baiik

Di sela aksi, KOMPAS melakukan pembacaan puisi tetang keinginan, harapan terhadap masyarakat Papua.

Baca Juga:  Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Gelaran aksi demo mahasiswa Papua diterima Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Ghani dari Fraksi Gerindra. Ia mengutuk dan mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap aktivis maupun mahasiswa.

Alwis menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang terjadi dan berjanji akan meneruskan tuntutan mahasiswa ke Komisi III DPR RI.

“Kami memahami apa yang adik-adik sampaikan. Kami turut merasakan luka dan duka di tanah Papua. Kami tidak pernah membedakan, kalian sakit maka kami juga merasa demikian,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terbaru