Tapir, Satwa Langka Sumatera

- Jurnalis

Kamis, 7 Maret 2019 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

apir Asia (Tapirus indicus), photo.net

apir Asia (Tapirus indicus), photo.net

WIDEAZONE.COM, FLORA-FAUNA — Tapir Asia (Tapirus indicus) adalah satwa yang dilindungi di Indonesia. Nama Tapir Asia sendiri adalah karena hewan ini merupakan satu-satunya tapir yang berasal dari Asia.

Tapir asia merupakan jenis yang terbesar dari keempat jenis tapir dan satu-satunya yang berasal dari Asia. Nama ilmiahnya indicus merujuk pada Hindia Timur, yaitu habitat alami jenis ini. Di Sumatra tapir umumnya disebut tenuk, seladang, gindol, babi alu, kuda ayer, kuda rimbu, kuda arau, marba, cipan, dan sipan.

Tapir Asia adalah kelas hewan cerdas dan mempunyai banyak kelebihan. Selain hanya memakan tumbuhan seperti daun dan umbi, hewan ini juga sangat aktif bergerak di malam hari. Sebaliknya, Tapir Asia lebih memilih untuk beristirahat pada siang harinya. Padahal sesungguhnya kualitas indera penglihatan Tapir Asia cukup buruk. Berbeda dengan indera pendengaran dan penciumannya yang dapat diandalkan. Meski begitu, mereka mampu lihai berjalan-jalan di daerah curam dan memilih untuk tinggal di area basah atau berair. Bahkan Tapir Asia terampil berenang dan dapat bertahan di air untuk beberapa saat lamanya. Komunikasi antara sesama pun mereka jalin dalam bentuk siulan yang kencang.

Penurunan populasi juga disebabkan dalam 30 tahun terakhir didorong oleh konversi skala besar Tapir habitat daratan rendah untuk perkebunan kelapa sawit dan manusia mendominasi penggunaan lahan lainnya. Oleh karena itu, keberadaan Tapir telah dilindungi dengan Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 No 266. Menurut perundang-undangan Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 301/Kpts-II/199 Tanggal 10 Juni 1991, terdaftar dalam Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Selain itu Tapir juga merupakan salah satu prioritas untuk dikonservasi (Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.57/menhut-II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008 – 2018).

Bagi Anda yang belum pernah melihat Tapir ini sebelumnya, akan merasa asing dengan warna bulu hewan ini. Bentuk mulutnya yang panjang akan langsung mengingatkan kita dengan binatang babi, padahal Tapir Asia justru memiliki kekerabatan dengan badak dan kuda. Bulu Tapir Asia berwarna hitam, terkecuali pada bagian ujung telinga yang terlihat putih. Aksen hitam putih ini sekilas membuatnya tampak seperti bebatuan.

Pada umumnya, karakter Tapir Asia adalah kurang menyukai keramaian. Fauna Sumatera ini lebih senang menyendiri. Tapir Asia cukup cerdas dalam membatasi wilayah kekuasaannya agar tidak diganggu oleh kawanan lainnya dengan menyebarkan urine di tumbuhan-tumbuhannya. Sehingga saat mereka bermain-main di hutan, mereka mengenali area dari bau urine tersebut. Tetapi tidak jarang juga area yang ditandai itu adalah bekas milik yang lainnya.

Rata-rata usia fauna Sumatera ini dapat mencapai 30 tahun. Di sisi lain, kelahiran bayi Tapir cukup lama untuk dinantikan sebab masa kehamilannya sekitar 400 hari dengan bobot sekitar 15 pon seperti yang dilansir oleh gosumatra.com. Perbedaan mendasar dari Tapir Asia adalah ukuran dan pertumbuhannya yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan tapir lainnya. Ketika baru lahir pun, warna yang dibawanya akan berubah saat beranjak dewasa. Usia dewasa untuk Tapir Asia biasanya sudah dimulai pada tahun ketiga.(*)

Berita Terkait

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi
Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara
Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU
UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor
Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM
Pasca Gerebek Sarang Narkoba, 2 Warga Desa Ditangkap
Munas IX Kadin Indonesia Akan Dibuka Ketua MPR RI
MAPPI Sumsel Gelar Musda ke III, ini kata Awaludin

Berita Terkait

Kamis, 25 Maret 2021 - 15:00 WIB

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi

Sabtu, 6 Maret 2021 - 23:19 WIB

Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:53 WIB

Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:52 WIB

UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:47 WIB

Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB