Sejumlah Fenomena Bulan Hingga Nadir Ka’bah Terjadi di November

- Jurnalis

Sabtu, 6 November 2021 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Fenomena Bulan hingga Nadir Ka'bah

Ilustrasi Fenomena Bulan hingga Nadir Ka'bah

20-21 November – Apoge Bulan 

Apoge Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling jauh dengan Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut. Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27,32 hari dengan interval dua apoge Bulan yang berdekatan bervariasi antara 26,98-27,90 hari. Rentang yang lebih sempit dibandingkan dengan perige disebabkan karena Bulan juga bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari. Sehingga, Bulan akan mengalami perturbasi lebih besar dengan Matahari ketika perige jika dibandingkan dengan ketika apoge. 

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru bersama Jemaah Kodam Sriwijaya Kirim Doa untuk Mendiang Alex Noerdin

Apoge Bulan kali ini terjadi tanggal 21 November 2021 pukul 08.57.28 WIB / 09.57.28 WITA / 10.57.28 WIT. Oleh sebab itu, apoge Bulan ini sudah dapat disaksikan pada malam sebelumnya [20 November] sejak pertengahan senja astronomis (satu jam setelah Matahari terbenam) dari arah Timur-Timur laut, transit di arah Utara pukul 01.00 waktu setempat dan kemudian terbenam pada arah BaratBarat laut satu jam setelah Matahari terbit. Bulan berjarak 406.266 km dari Bumi (geosentrik) dengan iluminasi 97,49 (Bulan susut/benjol akhir) ketika apoge dan berada di Taurus. 

Baca Juga:  Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

23-24 November – Konjungsi Bulan-Pollux merupakan bintang utama di konstelasi Gemini. Bintang ini berkonjungsi dengan Bulan, dengan puncaknya terjadi pada 24 November 2021 pukul 10.22 WIB / 11.22 WITA / 12.22 WIT dengan sudut pisah 2,5”.

Akan tetapi, fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak pukul 21.30 malam sebelumnya (23 November) hingga akhir fajar bahari [25 menit sebelum terbit Matahari] dari arah timur-timur laut hingga barat laut dengan sudut pisah antara 5,9”-3,7”. Bulan berfase Benjol Akhir (Bulan Susut) dengan iluminasi 84,34-83,04 sedangkan Pollux bermagnitudo +1,15. 

Berita Terkait

Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri
Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita
Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan
Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Skandal Korupsi Berantai Anggaran Pemilu 2024 di Sumsel, JAKOR Seret KPU-Bawaslu hingga BPBD ke Meja Hukum
Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel
Ketua DPRD Prabumulih Ikut Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:45 WIB

Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita

Minggu, 19 April 2026 - 07:28 WIB

Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Minggu, 19 April 2026 - 03:47 WIB

Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount

Sabtu, 18 April 2026 - 08:07 WIB

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Berita Terbaru