Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pro dan kontra warganet yang ramai di media sosial segera direspons cepat oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dengan melakukan evaluasi menyeluruh.

Pro dan kontra warganet yang ramai di media sosial segera direspons cepat oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dengan melakukan evaluasi menyeluruh.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Uji coba perdana Car Free Night [CFN] pada Sabtu 11 April 2026 malam dan Car Free Day [CFD] pada Minggu 12 April 2026 pagi langsung menjadi sorotan publik.

Pro dan kontra warganet yang ramai di media sosial segera direspons cepat oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dengan melakukan evaluasi menyeluruh.

Dalam rapat evaluasi bersama jajaran Pemkot Palembang, Polrestabes, Polda Sumsel dan Dishub Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel]< Ratu Dewa menekankan beberapa hal krusial, yang paling mencolok belum optimalnya pengaturan lalulintas yang mendapat kritikan tajam warga net saat CFD berlangsung titik kemacetan diruas jalan Musi 4 dan Musi 6 mendapat perhatian serius orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini.

“Car Free Day, jalur sepanjang 2,8 km ditutup, termasuk Jembatan Ampera. Hal ini menimbulkan kemacetan luar biasa di kawasan Musi 6 dan Musi 4, dari pantauan dan laporan warga net langsung DM ke medsos pribadi saya. Saya pantau tidak ada penempatan petugas Dishub kota yang mengatur dikawasan itu, sehingga terjadi kemacetan yang mengular,” kata Rat Dewa.

Tidak jarang warga yang melintas melakukan siaran langsung melaporkan kondisi kemacetan itu, bahkan tidak segan segan melontarkan sentiment kritikan yang “nyeleket” [Tajam].

“Minggu depan akan kita lakukan ujicoba kembali CFD ini , setelah OPD dan pihak terkait melakukan rapat dan melakukan opsi opsi yang dari berbagai pihak terkait hasil rapat tadi,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Hadiri Takziah 40 Hari Haji Halim

Bahkan, Kritikan tajam warganet yang diperlihatkan Ratu Dewa melalui medsos saat rapat tersebut, Dishub Kota Palembang mengakui belum optimalnya penempatan petugas di dua jembatan ikon baru kota Palembang itu, bahkan 100 personil hanya difokuskan dititik tempat CFD itu berlangsung.

“Kadishub harus lebih sensitif dalam penempatan petugas, dititik menjadi altenatif warga yang melintas dan memberikan rambu rambu yang jelas selama pelaksanaa nanti,” tegasnya.
Mengingat masih perlunya banyak masukan selama CFD, Ratu Dewa menunda rencana launching CFD yang akan dijadwalkan pada Minggu (19/4/2026) mendatang dan akan tetap akan melakukan uji coba dengan melakukan beberapa opsi dalam rapat yang digelar.
“Dishub dan Dirlantas dan pihak terkait akan kembali rapat secara komperhensif akan melakukan rekyasa lalulintas kembali, agar titik kemacetan baru bias diurai,” ungkapnya.

Sementara CFN, Ratu Dewa juga memberikan atensi yang cukup mencolok, dari hasil pemantauannya sendiri dan laporan warganet, dirinya mendapati banyak catatan, meski CFN ini sudah berjalan sangat baik.Namun beberapa hal masih menjadi catatan dan perlu dilakukan kajian ulang diantara sampah, kurangnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dilokasi yang organic dan non organic.
“Pengunjung dan pedagang harus lebih banyak diberikan edukasi, nah ini tugas Dinas Komunikasi dan Informatika untuk lebih memberikan edukasi mengunakan mobil keliling,” pinta Ratu Dewa.
Kawasan Kolonel Atmo yang selama ini tidak terlalu padat lalu Lalang aktifitas warga dan kendaraan melintas pada malam hari, tentunya dengan menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kreasi dan hiburan warga, aka nada lonjakan dratis warga, untuk itu, Dishub harus melakukan penataan kantong parkir dan mendata jukir resmi dengan atributnya.
“Tarif parkir harus sesuai aturan jangan ada tarif parkir yang melebihi aturan,” tegasnya.
Direncanakan CFN akan dilaunching Sabtu (18/4/2026) malam yang akan dihadiri langsung Gubernur Sumsel.
“Penempatan Pol PP, harus sigap jangan mengumpul satu titik namun harus mobile,” tegasnya.

Baca Juga:  PLN Imbau Hati-hati Informasi Hoax Soal Kenaikan Tarif Listrik

Di CFN juga Ratu Dewa lebih banyak pencahayaan, lebih banyak menampilkan ciri khas dan etnik Palembang.

“Konsep acara, hiburan harus menonjolkan etnik Palembang, seperti seni dulmuluk, stand-up comedy berbahasa santun, serta komunitas olahraga dan seni kreatif local, keterlibatan UMKM local, Posko kesehatan yang memadai, menghadirkan hiburan khas Palembang,” tegasnya.

Ratu Dewa menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar catatan, tetapi akan segera ditindaklanjuti.

“Pemkot berkomitmen memperbaiki kelemahan agar kegiatan bebas kendaraan ini benar-benar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan mendidik,” tutupnya.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang
Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:58 WIB

Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB