MENURUT kalender astronomi, sejumlah fenomena bulan hingga Nadir Ka’bah akan terjadi di November 2021.
Tentunya sejumlah fenomena seperti fase bulan, matahari akan menghiasi jagad raya, dan hal tersebut manarik untuk diketahui dan disaksikan.
Beberapa fenomena menarik yang menghampiri kita selama November berdasarkan laporan yang dilansir Wideazone.com dari Edukasi Sains Lembaga Penerbangan dan Antariksa [LAPAN], Sabtu [6/11/2021]
5 November – Fase Bulan Baru merupakan konjungsi solar bulan yakni konfigurasi ketika Bulan terletak di antara Matahari-Bumi segaris dengan Matahari dan Bumi. Mengingat orbit bulan yang membentuk sudut 5,1˚ terhadap eklipta, bayangan Bulan selalu jauh di Permukaan Bumi ketika fase Bulan baru, sehingga setiap fase Bulan baru tidak selalu beriringan dengan Gerhana Matahari.
6 November – Konjungsi Bulan-Antares dan Perige Bulan di Simpul Menurun. Antares adalah bintang utama di konstelasi Scorpius dan termasuk dalam bintang maha raksasa merah. Antares berkonjungsi dengan Bulan pada 6 November, pukul 22:29 WIB/23:29 WITA/00:29 WIT dan terpisah sejauh 3,9˚.
8 November – Okultasi Venus oleh Bulan [tidak terjadi di Indonesia] adalah fenomena astronomis ketika Venus terhalang oleh Bulan. Hal ini disebabkan konfigurasi Venus, Bulan dan Bumi yang membentuk garis lurus sehingga Venus terhalang Bulan. Wilayah Indonesia tidak mengalami Okultasi namun tetap dapat mengalami konjungsi Bulan Venus. Puncak Fenomena ini terjadi pada 8 November 2021 pukul 12:21 WIB/13:21 WITA/14:21 WIT dengan sudut 1,1˚.
9 November –Konjungsi Kuartet Bulan Venus-Jupiter-Saturnus, setelah fenomena Konjungsi Bulan-Venus di malam sebelumnya, Bulan akan tampak segaris dengan Venus, Jupiter dan Saturnus. Fenomena ini dapat disaksikan sejak awal senja bahari [25 menit setelah terbenam Matahari] selama tiga jam dari arah Selatan memanjang hingga barat-barat daya.
10-12 November-Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus, fenomena ini berlangsung selama tiga hari sejak 10 hingga 12 November mendatang, dapat disaksikan sejak awal senja bahari [25 menit setelah terbenam Matahari] dari arah Selatan hingga pukul 23:00 waktu setempat dari arah barat barat daya.
11 November-Fase Bulan Perbani Awal merupakan salah satu fase bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku [90˚] dan terjadi sebelum fase bulan Purnama. Puncak terjadinya pada pukul 19:46.01 WIB/20:46:01 WITA/21:46.01 WIT.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260416-WA0024_copy_1250x657-225x129.jpg)


![Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia [Taipei Economic and Trade Office/TETO]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260416-WA0022_copy_394x300-225x129.jpg)


![DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260416-WA0024_copy_1250x657-129x85.jpg)


![Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia [Taipei Economic and Trade Office/TETO]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260416-WA0022_copy_394x300-129x85.jpg)



![Polda Sumatera Selatan [Polda Sumsel] melalui Biro SDM menunjukkan peran strategisnya dalam reformasi birokrasi daerah dengan memfasilitasi pelaksanaan Assessment Center untuk seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi [JPT] Pratama Pemerintah Kota Prabumulih.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0033_copy_623x331-360x200.jpg)

