Demi menyelamatkan merah putih dari sitaan tentara Belanda, tentara berpangkat mayor laut itu pun membuka kembali jahitan bendera. Lembaran kain warna putih ia sembunyikan di dalam bajunya dan kain merah ia selipkan ke tas pakaian.
Setelah situasi aman, Mutahar yang kelahiran Semarang, 5 Agustus 1916 itu menjahit kembali lembar kain merah dan putih menjadi bendera pusaka di bekas lubang jahitan awal. Pada Juni 1948, Soekarno yang berada di pengasingan Pulau Bangka meminta ajudannya tadi mengirimkan bendera pusaka kepadanya.
Bahkan, R Soedjono pun mendapat amanah menerbangkan bendera yang telah dibungkus koran kepada Soekarno. Bendera itu juga yang akhirnya dikibarkan pertama kali pada 17 Agustus 1950 di Istana Merdeka.
Nama yang dipilih Soekarno menggantikan Istana Gambir. Nasib serupa juga dilakukan terhadap Istana Rijswijk yang berada di belakang Istana Merdeka dan oleh Sang Proklamator diberi nama baru Istana Negara.





![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-129x85.jpg)





