Selain itu, ia juga memerintahkan pemasangan tiang bendera setinggi 17 meter. Pemasangan tinang dimaksudkan untuk mengibarkan bendera merah putih yang telah dijahit ulang oleh Husein Mutahar.
Awalnya bendera hasil jahitan Fatmawati tersebut terpaksa dipisahkan kedua warnanya saat peristiwa serangan Belanda di Agresi Militer I. Dalam halaman 389 cetakan keempat Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Saat itu diceritakan bahwa sebagai simbol negara, bendera tersebut harus diselamatkan untuk dikibarkan kembali pada waktunya. Soekarno pun memerintahkan Mutahar selaku ajudan pribadinya, untuk menyelamatkan bendera pusaka tersebut dan meletakkan di dalam sebuah peti besi.
Sebelum ke Yogakarta, Soekarno meminta pencipta lagu Syukur tersebut menyerahkan kembali bendera tersebut kepada dirinya di lain kesempatan. Tetapi, pencipta lagu Hari Merdeka ini tidak hilang akal.





![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-129x85.jpg)





