Presiden menilai keberadaan PYCH sangat tepat untuk menghadapi bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2035 nanti, di mana penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia produktif yang memerlukan wadah dan peluang kerja. Presiden juga meyakini keberadaan PYCH akan memacu pengembangan SDM di Tanah Papua.
“Kalau ini diteruskan, jangan-jangan anak-anak muda di provinsi yang lain ketinggalan dengan anak-anak muda di Papua. Ada desainer untuk pakaian-pakaian etnik Papua yang didesain, diberikan warna, sehingga di situ betul-betul diferensiasinya kelihatan sekali. Saya sangat kagum atas kecepatan yang terjadi di sini,” tandasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan ini, antara lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (JFA)



















