Kebungson, Gresik Jawa Timur
Derit suara jangkrik bersahut-sahutan di pekarangan rumah, menemani gemerisik dedaunan yang beradu karena tiupan angin lembut, selembut cahaya lampu minyak yang merambat ke celahcelah rumah kayu Nyai Ageng Pinatih. Kerlip cahaya lampu dari atas tiang penyangga atap membuat bayangan Jaka Samudera dan Nyai Ageng Pinatih sedikit memanjang di atas tikar pandan. Hembusan angin yang merayap dari celah-celah jendela, membuat dua pasang bayangan itu bergoyang-goyang.
“Permisi Nyai,” Sapaan dari arah dapur membuat Nyai Ageng Pinatih menghentikan kisah masa kecilnya sejenak. Di bawah lorong pintu dapur, seorang perempuan tua berdiri dengan membawa sepiring ubi rebus di tangannya. “Silahkan bi, letakkan saja di sini.” Jaka Samudera melepaskan senyum ketika setumpuk ubi rebus panas diletakkan di atas tikar pandan. Hidung mungilnya menyesap aroma hidangan lezat yang dibawa oleh kepulan asap putih. “Terima kasih bi.”
Nyai Ageng Pinatih menyematkan senyum ramah di wajahnya. “Bibi silahkan istirahat saja, saya dan Jaka masih berbincangbincang hingga larut malam.” Nyai Ageng Pinatih menuang cairan wedang jahe ke dalam gelas tanah liatnya hingga terisi setengah. Kepulan asap tipis menguar, mengantarkan aroma jahe merah mengisi udara dalam ruangan. “Baik nyai. Saya permisi” Perempuan berusia senja itu pamit. Usai menundukkan kepala sebagai penghormatan kepada dua orang majikannya, ia beranjak berdiri. Melangkah pelan ke ruangan belakang.
Untuk sesaat, Jaka Samudera memandangi tubuh renta itu hingga menghilang di antara bayangan lorong pintu. Bocah lelaki itu menarik nafasnya dalam-dalam, mengisi rongga dada dengan ribuan kenangan yang telah dilewatinya bersama sosok perempuan itu dari sejak ia kecil. Suara kepakan sayap kelelawar di atap rumah terdengar menghentak, seakan hendak mengusir kenangan yang bergelayut dalam pikiran Jaka Samudera.
“Makanlah ubinya Jaka, selagi masih hangat.” Nyai Ageng Pinatih menyorongkan telapak tangannya. “Iya biyung.” Jaka Samudera mengambil potongan ubi paling atas. Rasa hangat yang merayap di kedua telapak tangannya mendorong putra angkat Nyai Ageng Pinatih itu menggigit bagian ujung ubi rebus. “Sshhh…” Jaka Samudera meringis.
Rasa panas yang tertinggal di dalam potongan daging ubi membuat gigitan pertamanya melompat-lompat di lidah. Tidak lama berselang, Jaka Samudera telah mengisi rongga mulutnya dengan potongan-potongan ubi lainnya. “Pelan-pelan Jaka, nanti kamu tersedak.” Nyai Ageng Pinatih menuangkan wedang jahe ke dalam gelas Jaka Samudera.
Melihat Jaka Samudera sangat menikmati santapan di tangannya, perempuan berhidung mancung itu teringat Shi Jisun dan Shi Banci. Dua adiknya itu sangat menggemari rebusan ubi merah di sekitar pelabuhan Ghuang Zu. Jaka Samudera mendorong potongan terakhir ubi rebus dengan air wedang jahe. Rasa kenyang dan hangat bercampur jadi satu di dalam perutnya.
“Ayo biyung, lanjut lagi ceritanya.” “Apa yang membuatmu ingin mendengar kelanjutan cerita biyung?” Jaka Samudera membalas tatapan lembut Nyai Ageng Pinatih. Baginya, tatapan hangat itu jauh lebih hangat dari potongan ubi rebus yang baru saja masuk ke dalam perutnya. “Melihat Jaka lahap memakan ubi rebus, biyung jadi ingat hari pelayaran pertama biyung menuju Selat Malaka.” Jaka Samudera menyimak kembali cerita ibu angkatnya yang mulai mengalir dari sepasang bibirnya yang merah. Kerlip cahaya lampu minyak jarak menambah syahdu suasana malam yang mulai beranjak.






![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)

![Medco E&P Grissik Ltd [Medco E&P] terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui pengembangan budidaya ikan lele di Desa Suka Maju, Kabupaten Musi Banyuasin, sebagai bagian dari Program Local Business Development [LBD] dalam Program Pengembangan Masyarakat [PPM] Pilar Ekonomi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260715-WA0020-225x129.jpg)



![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

