Perairan Pulau Maspari
Wang Ji Hong berdiri di samping lelaki berjubah khas bangsawan kekaisaran Ming. Beberapa perwira armada laut berdiri di dekatnya. Para perwira tinggi angkatan laut itu berdiri mengelilingi sebuah meja kayu berbentuk persegi. Di atas meja, ada sebuah peta besar yang ditulis dengan tangan. Deretan miniatur kapal-kapal seukuran telapak tangan disusun sama persis dengan formasi armada kapal laut saat ini. “Ini adalah pulau Maspari, tepat berada di belakang kapal ini.”
Lelaki berjubah bangsawan itu menunjuk bagian peta di belakang miniatur kapal. “Sebelum matahari terbenam, kapal ini akan berputar dan bergeser ke belakang.” Para perwira di belakang meja mengangguk sebagai tanda memahami kalimat lelaki berjubah naga di bagian dadanya. Sulaman benang emas membentuk binatang legenda negeri Tiongkok itu membuat ikat pinggang hitam dengan hiasan batubatu giok nampak dominan.
Kain yang menjuntai dari leher hingga lutut, warnanya senada dengan benda yang melingkar di atas pinggangnya. “Aku meminta Wang Ji Hong untuk mengganti bendera kapalnya dengan bendera kapal harta muhibah. Saat kapal ini bergeser, kapal yang dipimpinnya akan menggantikan posisi kapal ini sebagai umpan.” Lelaki berjubah hiasan naga itu memindahkan miniatur kapal persis seperti kalimat yang diucapkannya.
“Siap Laksamana Cheng Ho!” Wang Ji Hong menganggukkan kepalanya dengan mantap. Batu giok di bagian depan topi hitam Laksamana Cheng Ho nampak berkilat-kilat. Cahaya senja yang menyeruak masuk seakan ingin menjadi saksi bagaimana pimpinan tertinggi armada laut Kaisar Yong Le itu mengatur strategi di depan para perwiranya. “Untuk berjaga-jaga, aku meminta kapal ini, ini dan ini bergerak membentuk sudut, sehingga kita bisa mengurung mereka diamdiam.”
Tangan Laksamana Cheng Ho menunjuk deretan kapal-kapal yang berbaris di samping kapal Wang Ji Hong. Kalimatnya yang tegas dan berwibawa disambut anggukan kepala lima orang perwira di ujung meja. “Hamba mohon Izin untuk menyampaikan pertanyaan Laksamana,” Seorang perwira di samping Wang Ji Hong mengangkat tangannya.
Laksamana Cheng Ho menoleh ke arah sang perwira. Senyuman ramahnya tidak mengurangi sedikitpun kewibawaan yang terpancar di wajah. Sang Laksamana mengangkat tangannta, mempersilahkan salahsatu perwira terbaiknya mengajukan pertanyaan. “Bagaimana mengatasi pertemuan arus laut yang dapat berubah tiba-tiba di sekitar pulau ini.”
Perwira berpangkat Laksamana Madya itu menunjuk bagian laut, tidak jauh dari bagian ekor pulau Maspari. “Terima kasih, pertanyaan yang bagus.” Laksamana Cheng Ho mendorong pedang yang menggantung di pinggangnya lebih ke belakang, bersembunyi di balik jubah hitamnya. “Hal ini bisa sangat berbahaya jika kita tidak mengetahuinya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)

![Medco E&P Grissik Ltd [Medco E&P] terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui pengembangan budidaya ikan lele di Desa Suka Maju, Kabupaten Musi Banyuasin, sebagai bagian dari Program Local Business Development [LBD] dalam Program Pengembangan Masyarakat [PPM] Pilar Ekonomi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260715-WA0020-225x129.jpg)



![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

