Prahara di Pulau Maspari: Buih di Atas Pasir

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 6: Prahara di Pulau Maspari: Buih di Atas Pasir

BAB 6: Prahara di Pulau Maspari: Buih di Atas Pasir

Matanya terkunci pada Nyai Ageng Pinatih yang tengah terisak pelan. “Biyung kenapa menangis?” Jaka Samudera mencoba mengintip wajah Nyai Ageng Pinatih. Namun, isak tangis yang semakin kencang membuatnya mengurungkan niat. Untuk beberapa saat, Jaka Samudera membiarkan perempuan berhidung mancung di hadapannya meluapkan kesedihan.

Meski ia tidak tahu seberapa dalam luka yang telah tergores di hati ibu angkatnya, namun dari suara tangisan yang begitu sesak mengisi ruang udara membuatnya yakin, sesuatu yang dirasakan bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Di antara liukan kabut tipis wedang jahe dan bayangan yang meliuk di atas tikar pandan, Jaka Samudera melihat sosok biyungnya itu tengah berusaha mengendalikan sesuatu yang menyesakkan dadanya, menahan laju yang telah berhasil merubah sosok yang setegar batu karang itu berlinangan air mata.

“Nampaknya aku harus mengurungkan niatku bertanya lebih jauh lagi,” Jaka Samudera membatin. “Tapi aku tidak bisa melihat biyung terus larut dalam kesedihan. Pagi dan sore selalu termenung setiap melihat ombak di pantai Gresik.” Ruangan kembali hening. Hanya derit serangga yang menemani angin meniup lidah api di atas lampu minyak jarak.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Kepulan asap hitam samar-samar membumbung ke langit-langit rumah. Menyisakan nuansa temaram yang mencumbu sepasang bayangan yang sama-sama terdiam dengan kegundahan masing-masing. “Jaka!” Nyai Ageng Pinatih tiba-tiba memanggil Jaka Samudera. Isak tangisnya sudah mereda. “Iya biyung.” Jaka Samudera mengangkat dagu.

Tatapannya tajam ke arah Nyai Ageng Pinatih. Ia mendapati jejak-jejak kesedihan masih tersisa di ujung mata. “Sampai di sini saja biyung ceritanya ya,” Nyai Ageng Pinatih menyeka pelupuk matanya. Sisa isak tangis sesekali menghambat laju udara mengisi rongga dadanya. “Yah biyung…masa sampai di situ aja!” Jaka Samudera mengerucutkan bibirnya. Putra angkat Nyai Ageng Pinatih itu memasang raut muka cemberut.

“Jaka mau dengar kenapa biyung di ajak ke geladak kapal, juga penasaran dengan kisah yang membuat biyung menangis.” “Nanti saja Jaka, biyung rasanya tidak kuat menahan rasa sedihnya.” Nyai Ageng Pinatih menggeleng pelan. Senyuman getir terurai dari bibir tipisnya. “Yah.. jangan dong biyung.. Jaka malah tambah penasaran jadinya.”

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Meski dalam batin Jaka Samudera sadar sikapnya yang memaksa sangat tidak berkenan, tetapi tujuannya melakukan itu semata untuk mengurangi beban yang menggumpal di dalam batin ibu angkatnya. Bocah lelaki dua belas tahunan itu tidak ingin perempuan yang dikaguminya selama ini terombang-ambing prahara luka hatinya seorang diri.

Ia merasa perlu untuk menjadi tempat berbagi beban, meskipun hanya dengan cara mendengarkan. “Lanjut ceritanya ya biyung!” Jaka Samudera memasang wajah mengiba. Suaranya sengaja dibuat manja untuk meluluhkan Nyai Ageng Pinatih. “Baiklah.. tapi janji ya jangan ceritakan kepada orang lain!” “Baik biyung.. Jaka janji!” ***

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB