Kapal Shi Jin Qing, Samudera Barat
Langit yang terang di atas laut membuat bintang-bintang seperti lukisan titik-titik cahaya. Lengkungan bulan sabit mengintip malumalu dari awan tipis berwarna kelabu. Buih air laut di ujung ombak nampak berkilat, memantulkan cahaya bulan yang melengkung sempurna di atas langit. Bayangan tiang kapal bergerak-gerak, mengikuti arah sinar lampion yang bergoyang-goyang pelan.
Benda merah yang menggantung di sepanjang tepi geladak kapal itu mengikuti ayunan lambung kapal yang dipukul-pukul ombak. Suara hempasan ombak terdengar jelas saat Shi Daniang membuka pintu dan melangkah keluar ruangan geladak. Percikan ombak yang tersisa, membuat cahaya lampion memantul di atas lantai dan dinding kayu, kilauannya seperti mutiara merah delima yang berserakan. Shi Daniang melewati lantai kayu yang basah dengan hati-hati.
Sepatu kain bermotif bunga teratai di bawah telapak kakinya terasa lembab. Gadis berhidung mancung itu terus berjalan mengikuti jejak yang ditinggalkan Shi Jin Qing. Lelaki yang teramat dikaguminya itu berhenti di bawah tiang kapal utama. Angin laut yang dingin dan lembab mulai mencubit pori-pori kulit gadis berhidung mancung itu. “A Pa,” Shi Daniang memanggil ayahnya dengan hati-hati. Shi Jin Qing menoleh ke arah putri sulungnya.
Jubah bajunya yang lebar ikut berkibar-kibar tersapu angin. Lelaki berjenggot panjang itu menatap dalam-dalam putri sulungnya yang telah beranjak remaja. “Daniang..” Shi Jin Qing menghela nafas. “Mendekatlah nak. A Pa mau bicara hal penting.” Shi Daniang berjalan mendekat. Langkah kakinya mengayun anggun di antara lantai kayu yang mengkilat, memantulkan cahaya lampion merah. Sh Jin Qing merangkul bahu putri sulungnya dengan erat.
Setelah melepaskan senyum lebarnya, saudagar yang telah lama merantau di Nusantara itu menengadahkan kepala, menatap langit yang bermandikan taburan bintang. Bulan sabit yang cerah tanpa awan, membuatnya hening untuk sesaat. “Kamu lihat bulan di atas sana?” Shi Jin Qing menatap wajah putri sulungnya. “Iya A Pa. Ada apa dengan bulan sabit di atas sana?”
“Mulai dari malam ini, kamu akan banyak melihat bentuk bulan di sepanjang perjalanan. Namun bukan itu maksud A Pa mengajakmu berbicara empat mata saat ini.” Sebelum melempar kembali pandangannya ke arah langit. Shi Jin Qing mengusap-usap bahu putri sulungnya dengan lembut. Ia mencoba menuangkan kasih sayang di dadanya dalam setiap sapuan telapak tangan.
Shi Daniang memandang lekat wajah ayahnya. Jenggotnya yang panjang hingga ke pangkal leher nampak berayun-ayun di antara remang-remang cahaya. “Aku harus mengatakan ini kepadamu sekarang agar kamu bisa melindungi diri dan kedua adikmu nanti.” “Memangnya apa yang akan terjadi A Pa?” Garis penasaran terukir diantara bayangan cahaya lampion yang menimpa wajah Shi Daniang.
“A Pa sudah lama berlayar melintasi samudera. Banyak suka duka yang memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.” “Tetapi, kamu harus tahu agar siap jika suatu saat nanti menghadapinya.” Shi Jin Qing menarik nafas panjang. Jemari tangannya mengurut-urut lembut jenggotnya yang panjang. Saat kekhawatiran di dalam hatinya kian menggelegak.
Wajah sang saudagar itu terlihat semakin gelisah. “Apa yang harus saya ketahui A Pa?” Pertanyaan Shi Daniang sepolos angin laut yang meniup pita merah di rambutnya. “Perjalanan A Pa kali ini bukan sekedar berlayar kembali ke Selat Malaka.” Shi Jin Qing memegang bahu Shi Daniang. Kedua tangannya gemetar. Begitu juga dengan garis bibirnya yang nyaris tak terlihat, tersembunyi oleh gelapnya cahaya malam.
Shi Daniang membalas tatapan ayahnya. Dari sinar matanya, gadis berhidung mancung itu merasakan kegelisahan yang bersembunyi. Dirinya semakin tidak mengerti dengan sikap sang ayah yang tidak seperti biasanya. “A Pa ingin…,” Suara Shi Jin Qing terhenti. Debaran jantungnya melaju lebih cepat dari kalimat yang sudah dirangkainya. “A Pa ingin…., ingin…”
Deburan ombak yang menghempas lambung kapal seperti menelan suara Shi Jin Qing. “Ingin kenapa A Pa?” Shi Daniang mendesak lelaki berjubah Hanfu di hadapannya. Pelupuk mata Shi Jin Qing nampak berkaca-kaca. Saudagar ternama itu gemetar. Ia berusaha menahan air mata agar tidak membasahi wajahnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



![Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260523-WA0005_copy_1503x822-225x129.jpg)

![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-225x129.jpg)


![Bank Sumsel Babel berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui SP2D Online dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah [KKPD].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260515-WA0013_copy_1235x702-225x129.jpg)
![Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260523-WA0005_copy_1503x822-129x85.jpg)

![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-129x85.jpg)





![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-360x200.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia [PaSKI] Sumsel dan Koordinator Wilayah [Korwil] PaSKI se-Sumsel periode 2026–2030 di Griya Agung, Kamis 14 Mei 2026, sore.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260515-WA0013_copy_4160x2697-360x200.jpg)
