Kebungson, Gresik Jawa Timur
“Lalu apa yang ayah biyung katakan?” Jaka Samudera mendesak Nyai Ageng Pinatih untuk melanjutkan ceritanya. Nyai Ageng Pinatih hanya membalas pertanyaan putera angkatnya dengan senyuman tipis. “Biyung.. kok malah senyum?, Jaka sudah tidak sabar nih!” Jaka Samudera merubah posisi duduk. Punggung tangan kanannya kini menjadi penopang dagu.
Keingintahuannya terlukis sangat jelas dari sorot matanya yang tajam di bawah sepasang alis tebal. Melihat tingkah putera angkatnya, senyum Nyai Ageng Pinatih tambah melebar. “Sabar, cerita biyung masih panjang. Ayo makan lagi ubi rebusnya.” Jaka Samudera menurut. Jemarinya lincah menjepit ubi rebus, lalu menggigitnya dengan mantap. Meski sudah tidak sehangat tadi, namun rasa manisnya masih memanjakan lidah.
Nyai Ageng Pinatih menatap langit-langit ruangan. Memandang bayangan api yang bergoyang di antara celah-celah kayu dan atap rumah. “Jadi apa yang ingin disampaikan ayahnya biyung malam itu?” Jaka Samudera memotong lamunan perempuan berhidung mancung di hadapannya. Usai melontarkan pertanyaan, mulut bocah lelaki itu kembali sibuk mengunyah ubi rebus. “mm..” Nyai Ageng Pinatih menarik nafas, lalu diam untuk beberapa saat.
Syahbandar Gresik itu mencoba menggali kembali kenangan masa kecilnya. Garis lipatan di kening nampak terlihat jelas di bawah bayangan lampu minyak jarak. Nyai Ageng Pinatih kembali hanyut dalam lamunan. Pertanyaan Jaka Samudera seakan menguap begitu saja di telinganya, seperti hembusan angin yang merambat di antara celah-celah pintu. “Selain menjadi saudagar, A Pa juga diangkat sebagai pegawai kerajaan Majapahit di Palembang.
Namun, pekerjaannya tidak mudah. Karena Selat Malaka saat itu ramai dengan para perompak kejam.” Nyai Ageng Pinatih memulai kembali kisahnya di masa kecil. Ada mendung bergelayut di balik tatapan matanya. “Banyak pedagang yang tidak selamat sampai tujuan. Kapalnya diserang perompak, hartanya dirampok, dan nyawa mereka melayang sia-sia.”
Jaka Samudera bergidik ngeri. Benaknya membayangkan lantai geladak kapal yang penuh dengan genangan darah. “Perompak Selat Malaka itu sangat menakutkan bagi para saudagar kapal. Termasuk A Pa yang kerap ikut berlayar ke Tiongkok dan Champa.” “Apakah biyung pernah bertemu dengan para perompak itu?” “Iya,” Nyai Ageng Pinatih menganggukan kepalanya. “Dan itu menjadi kenangan yang mengerikan.” “Waahh…” Mulut Jaka Samudera menganga.
Ia tidak menyangka, perempuan paruh baya di hadapannya saat ini pernah berjumpa dengan komplotan perompak. “Bagaimana ceritanya biyung?” Tangan kanan Jaka Samudera mengambil minuman wedang jahe, meneguknya sampai habis. Bocah belasan tahun itu berusaha menahan laju penasarannya dengan rasa hangat di tenggorokan. Sayangnya, meski gelas tanah liat sudah diletakannya di atas tikar pandan, perempuan berhidung mancung di hadapannya tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
Nyai Ageng Pinatih masih diam membisu tanpa suara. Suasana ruangan tengah bangunan rumah gebyok itu kembali lenggang, sunyi dan hening. “Biyung..??” Jaka Samudera memanggil Nyai Ageng Pinatih dengan nada hati-hati. Namun, perempuan berbibir tipis itu tetap diam. Dari pelupuk matanya, ada air mata yang menggenang. Di antara hembusan angin malam, telinga Jaka Samudera samar-samar mendengar suara isak tangis.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



![Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260523-WA0005_copy_1503x822-225x129.jpg)

![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-225x129.jpg)


![Bank Sumsel Babel berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui SP2D Online dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah [KKPD].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260515-WA0013_copy_1235x702-225x129.jpg)
![Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260523-WA0005_copy_1503x822-129x85.jpg)

![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-129x85.jpg)





![Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260516-WA0046_copy_800x561-360x200.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia [PaSKI] Sumsel dan Koordinator Wilayah [Korwil] PaSKI se-Sumsel periode 2026–2030 di Griya Agung, Kamis 14 Mei 2026, sore.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260515-WA0013_copy_4160x2697-360x200.jpg)
