Potret Kehidupan dan Perjuangan SOMAD

- Jurnalis

Sabtu, 2 Maret 2019 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Somad Pengumpul Botol dan Plastik

Pak Somad Pengumpul Botol dan Plastik

Liputan : Muaraenim

Oleh      : Abror Vandozer

PEDIH, sedih dan menyayat hati, begitulah fakta yang terlihat di lapangan. Di antara gemuruh kegembiraan peserta panjat pinang dan para pengunjumg acara lomba panjat pinang HUT ke 37 tahun dan 100 tahun penambangan PT Bukit Asam, seseorang lelaki berusia sekitar 56 tahun, asyik mencari dan mengambil bekas botol mineral.

Dapat dibandingkan di antara kemegahan dan kekayaan PT Bukit Asam yang mengekaploitir kekayaan alam Tanjungenim, Muaraenim selama puluhan tahun. Sedangkan warga yang hidup di lingkungannya disekap kemiskinan, dengan cara mengais, mencari dan mengambil botol plastik bekas air mineral yang banyak dibuang di belakang panggung kegiatan lomba panjat pinang tersebut.

“Inilah pekerjaan saya, Pak. Yah, kalau tidak mencari barang bekas dan botol air mineral kosong, bagaimana saya bisa memperoleh uang untuk membeli beras bagi istri dan anak-anakkku, ” ujar Somad ketika diwawancarai Wideazone. com, Sabtu (2/3/2019).

Sosok Perjuangan Pak Somad dalam Mengais Rejeki

Pekerjaan Somad sehari-hari memang mencari barang-barang bekas yang dijualnya ke pengepul. Sebab sejak direlokasi dari kampungnya di Desa Bukit Munggu, ia sudah tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Dulu, sebelum direlokasi PT Bukit Asam, saya bekerja sebagai petani. Sekarang saya sudah tidak ada lagi lahan setelah diambil alih perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut, ” tukasnya.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Sebenarnya, sebelum Somad melepaskan tanah dan tempat tinggalnya, ia sudah berpikir jauh terkait masa depan anak-anaknya. Karena sebagian warga sudah melepaskan tanah dan tempat tinggalnya ke PT Bukit Asam, akhirnya Somad ikut-ikutan melepaskan lahan tempat tinggal yang sudah dihuninya selama lima generasi.

Sebelum melepas lahan perkebunan dan tempat tinggalnya, mereka selalu mendapat intimidasi dari oknum tertentu. Dari tahun ke tahun, tanah dan jalan tempat tinggalnya mulai bergerak dan bergetar. Bahkan tanah jalan yang berada sekitar 15 meter dari bibir tambang, sudah mulai retak. Bahkan mereka hingga 50 sentimeter.

“Saat itu saya takut bukan main. Setelah berkoordinasi dengan istriku, akhirnya kami melepas tanah perkebunan dan rumah tempat tinggal yang kami cintai itu ke PT Bukit Asam, ” urai Somad sempat menitikkan air mata.

Setelah dua tahun ia tak ke kebun lagi, akhirnya Somad memutuskan untuk bekerja sebagai pemulung. Meski pada awalnya ada perasaan malu, tapi karena kebutuhan hidup lebih mendesak, akhirnya Somad menyandang karung plastik untuk mengumpulkan barang-barang bekas dari satu tumbunan sampah ke timbunan sampah lainnya.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Sementara usaha PT Bukit Asam menggali emas hitam di kandungan bumi Tanjungenim semakin menggemukkan keuntungan perusahan tambang batu bara nasional yang tak mempedulikan kemiskinan dan kesengsaraan warga di sekitarnya.

Berapa penghasilan yang diperoleh dari barang-barang bekas hasil pengumpulannya dari timbunan sampah?

Somad mengatakan tidak menentu. Bahkan semakin banyak pengumpul barang bekas, penghasilannya saat ini semakin sulit. “Sulit sekali, Pak. Mencari uang Rp 20 ribu sehari, saya harus membanting tulang ke sana-sini, ” kata Somad sembari menyeka keringat yang mengucur di dahinya.

Daripada tidak bekerja dan tak memiliki penghasilan, ada baiknya ke luar rumah, mengais sampah yang ditemui untuk mencari botol plastik bekas air mineral dan barang lain yang bisa dijual ke agen pengepul barang daur ulang.

Melihat ada keramaian dalam lomba panjat pinang, Somad pun mencoba mengais rezeki dari cangkir dan botol plastik bekas air mineral. “Yah siapa tahu mendapat barang bekas yang lumayan. Hasilnya bisa untuk menaflahi anak isteriku, ” ujar Somad seraya mengambil botol bekas yang dibuang penonton panjant pinang. (*)

Berita Terkait

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.

Headlines

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:31 WIB

Dishub Palembang menerbitkan sebanyak delapan sepeda motor, terjaring dalam penertiban parkir liar di Kawasan Tertib Lalu Lintas [KTL] di Kota Palembang.

Headlines

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:32 WIB