Polres Banyuasin Siagakan 8 Posko Hadapi Karhutla: Posko Induk Lebih Maju dari Lain

Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK tengah mengikuti kegiatan Latihan Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan [Karhutla] Musi 2023, kesiapan Menghadapi Karhutla dan Bencana Alam tahun 2023 melalui Zoom Meeting yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan, Senin [11/9/2023].
Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK tengah mengikuti kegiatan Latihan Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan [Karhutla] Musi 2023, kesiapan Menghadapi Karhutla dan Bencana Alam tahun 2023 melalui Zoom Meeting yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan, Senin [11/9/2023].

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Kapolres AKBP Ferly Rosa Putra menyebutkan dalam upaya pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan [Karhutla], Polres Banyuasin sudah menyiagakan delapan Posko. Posko induk kita sudah lebih maju daripada yang lain.

*Semakin masifnya sosialisasi, jelas Kapolres, akan menurunkan hotspot atau titik panas pada Karhutla,” ungkap Kapolres usai mengikuti kegiatan Latihan Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan [Karhutla] Musi 2023, kesiapan Menghadapi Karhutla dan Bencana Alam tahun 2023 melalui Zoom Meeting yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan, Senin [11/9/2023].

banner 468x60

Ferly menjelaskan, hotspot terbanyak di Kabupaten Banyuasin ada di Kecamatan Rantau Bayur. “Indikasi kebakaran banyak membuang putung rokok dan memasak,” ujarnya.

“Jangan sampai ada petani lain lagi yang menjadi tersangka. Kalau ingin membawa makanan lebih baik bawa yang sudah jadi,” Imbaunya.

Kegiatan Zoom Meeting yang digelar oleh Polda Sumsel tersebut dilaksanakan di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin ini dihadiri oleh para Forkopimda Banyuasin, Kepala Magdala Agni, Kodim 0430/Banyuasin, Masyarakat Peduli Api, Toko Masyarakat, PWI Banyuasin dan perwakilan Perusahaan yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Latpra Ops Karhutla Musi 2023 dibuka langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Albertus Rachmad Wibowo dengan menghadirkan narasumber yakni dari BMKG Sumsel, Dinas Kesehatan Sumsel, Mandala Agni, Basarnas dan Dr Icuk M Syakir.

Laporan Desi | Editor AbV