Sementara truk kedua dengan nomor polisi DH 9501 G mengangkut BBM jenis solar sekitar 560 liter dan minyak tanah sekitar 35 liter.
Ia menjelaskan ratusan BBM tersebut diduga berasal dari daerah Kupang dan tujuannya adalah Rote.
“Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh aparat Kepolisian , pengemudi tidak dapat menunjukkan surat izin pengangkutan BBM dan harga pembelian BBM tersebut terindikasi relatif murah,” jelasnya.
Menurut dia ratusan liter BBM itu merupakan BBM yang disubsidi oleh pemerintah. Ia mengatakan berdasarkan penyelidikan awal bahwa BBM yang diangkut tersebut diduga adalah BBM yang disubsidi sehingga perlu dilakukan pendalaman dan penelitian apakah perbuatan tersebut kejahatan tentang minyak dan Gas Bumi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















