Pola Antisipasi Kekerasan ala Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, Pembina Kamar Jadi Garda Depan

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: santri Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: dok. Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo)

Ilustrasi: santri Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: dok. Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo)

WIDEAZONE.COM, JOMBANG | Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Ustadz Anang Firdaus mengatakan, pada dasarnya setiap pesantren menolak kekerasan dalam bentuk apapun, tidak terkecuali Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur.

“Tidak hanya pesantren Tebuireng yang menentang kekerasan di pesantren, semua pesantren menentang atas segala praktik kekerasan di pesantren,” dilansir dari NU Online, Rabu (28/2/2024).

Ustadz Anang menjelaskan, untuk mengantisipasi kekerasan di pesantren tentu tidak cukup hanya dengan pernyataan menentang kekerasan saja. Namun, diikuti oleh sistem yang bekerja secara konsisten dan terstruktur.

Baca Juga:  Kejari OKU Timur Geledah Kantor KPU, 243 Barang Disita

Untuk di Pesantren Tebuireng, menurut Ustadz Anang, memiliki keamanan berlapis. Keamanan di tingkat pertama yaitu pada diri anak santri, penguatan dilakukan dengan pendekatan persuasif oleh pembina kamar. Juga dilakukan sosialisasi antisipasi terjadi kekerasan.

Pesantren Tebuireng lewat sistem yang berjalan, setiap kamar memiliki pembina yang ikut tidur di kamar juga. Tugas pembina kamar yaitu mendeteksi dini kasus kekerasan di kamar. Sehingga pembina bertugas menyelesaikan masalah kamarnya terlebih dahulu sebelum sampai ke keamanan pusat.

Baca Juga:  Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

“Bahkan potensi masalah yang ada di kamar santri seharusnya bisa diatasi sejak dini. Jika pembina kamar belum bisa menyelesaikan, maka naik ke atas, bagian keamanan. Di keamanan nanti cara penanganannya ada cara bermacam-macam,” ungkap dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

Berita Terkait

Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Sidang Kasus Vape Etomidate Mahasiswa Asal Jambi: Saksi Ungkap Peran Polisi Lacak Terdakwa
Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pulang “Melenggang” Tidak Ditahan
Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:09 WIB

Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:49 WIB

Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sidang Kasus Vape Etomidate Mahasiswa Asal Jambi: Saksi Ungkap Peran Polisi Lacak Terdakwa

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:42 WIB

Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pulang “Melenggang” Tidak Ditahan

Berita Terbaru