Penjabat Gubernur Agus Fatoni Ungkap Strategi Sumsel Genjot PAD

- Jurnalis

Senin, 10 Juni 2024 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gunernur Sumsel Agis Gatoni kala menjadi narasumber dalam program siaran langsung ‘Nation Hub’ bertema ‘Jurus Kepala Daerah Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah’ stasiun TV CNBC di Kantor CNBC, Transmedia, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 6 Juni 2024.

Penjabat Gunernur Sumsel Agis Gatoni kala menjadi narasumber dalam program siaran langsung ‘Nation Hub’ bertema ‘Jurus Kepala Daerah Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah’ stasiun TV CNBC di Kantor CNBC, Transmedia, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 6 Juni 2024.

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Penjabat Gubernur Agus Fatoni mengungkapkan sejumlah strategi Provinsi Sumatera Selatan menggenjot PAD [pendapatan asli daerah]. 

“Sesungguhnya otonomi daerah adalah kemandirian artinya daerah harus mampu membiayai daerahnya sendiri sehingga semakin besar pendapatan asli daerah maka semakin mandiri daerah tersebut,” ucap Fatoni kala menjadi narasumber dalam program siaran langsung ‘Nation Hub’ bertema ‘Jurus Kepala Daerah Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah’ stasiun TV CNBC di Kantor CNBC, Transmedia, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 6 Juni 2024.

Oleh karena itu, Provinsi Sumsel juga terus mengoptimalkan PAD melalui pajak daerah dan retribusi daerah. Hal ini terus dilakukan secara optimal sehingga realisasi anggaran terserap optimal.

“Per hari ini realisasi PAD Sumatera Selatan sudah mencapai 45% dan ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi, bahkan melampaui target yang sudah ditetapkan,” kata Fatoni.

“Oleh karena itu, kami terus mengoptimalkan dengan berbagai upaya dan strategi sehingga pendapatan asli daerah ini bisa meningkat lagi dan jauh melampaui target,” sambungnya.

Kemudian, Fatoni mengatakan terdapat empat sumber PAD, di antaranya pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan lain-lain. Dari keempatnya, Provinsi Sumsel memiliki sumber PAD terbesar berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor [PKB].

Baca Juga:  Herman Deru Instruksikan Adopsi Program Pemanfaatan FABA di Seluruh Sumsel

“Pada tahun ini kita optimis pajak kendaraan bermotor bisa lebih ditingkatkan lagi dikarenakan kami terus melakukan sosialisasi, kita beri insentif itu digratiskan, pajak progresif digratiskan dan juga ada pemutihan. Sehingga dengan adanya kebijakan ini bisa dioptimalkan,” jelas Fatoni.

Pajak Kendaraan Bermotor sendiri di Sumatera Selatan mampu menyumbang sebesar 40-50 persen Pendapatan Asli Daerah. Dirinya optimis Pajak Kendaraan Bermotor sendiri tahun ini akan melebihi target tahun sebelumnya.

Sementara itu, terkait pembahasan infrastruktur daerah, Provinsi Sumatera Selatan termasuk ke dalam proyek Tol Trans Sumatera. Dengan adanya akses tersebut, Fatoni mengaku sangat bersyukur dikarenakan sangat mempermudah akses masyarakat se-Sumatera Selatan.

“Masyarakat Sumatera Selatan sangat bersyukur dengan adanya Tol Trans Sumatera ini konektivitas bisa sangat lancar, daerah-daerah yang sulit dijangkau bisa dengan mudah dijangkau. Perekonomian juga bisa berkembang dengan baik,” ujar Fatoni.

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Perkuat Dukungan Wastra, Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun di Sumsel

Kemudian, Fatoni juga membeberkan bahwa potensi alam di Sumatera Selatan sangatlah banyak mulai dari pertambangan, minyak gas, perkebunan dan sektor lainnya perlu lebih dioptimalkan. Berbagai kerjasama antara pemerintah daerah dengan BUMD/BUMN, perusahaan swasta dan stakeholder lainnya juga terus diupayakan.

Terakhir, Fatoni menekankan bahwa diperlukan berbagai terobosan baru di berbagai sektor guna meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satunya melalui berbagai Gerakan Serentak yang terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Ini semua bisa dilakukan berkat kekompakan, kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Selatan dengan stakholder lainnya melalui Gerakan Serentak, di antaranya Gerakan Serentak Pengendalian Inflasi se-Sumsel guna mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Kemudian, jelas dia, ada juga Gerakan Pasar Murah Serentak se-Sumsel yang dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa dan Kamis di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel. “Sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga bahan pokok lebih murah dibanding pasaran,” sebutnya.

“Gerakan Serentak yang melibatkan semua pihak ini membuat Provinsi Sumatera Selatan mampu mengendalikan inflasi,” tukas dia. [AbV/red]

Berita Terkait

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
PLN UP3 Palembang Pasang 200 kWh Meter di Gardu Tegangan Ujung
Undian Tabungan Pesirah BSB Bikin Antusias Warga Pagaralam Meledak
Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Bawa Sumsel Raih Penghargaan CSR Tingkat Nasional
Sekda Edward Candra Bahas Strategi Penyelesaian Konflik Tenurial dalam Audiensi dengan TNI
Gubernur Herman Deru Targetkan “Sultan Muda” Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026
Gubernur Herman Deru Apresiasi Kemajuan Empat Lawang, Sebut Tetap Progresif Meski APBD Terbatas

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 08:16 WIB

PLN UP3 Palembang Pasang 200 kWh Meter di Gardu Tegangan Ujung

Rabu, 22 April 2026 - 07:52 WIB

Undian Tabungan Pesirah BSB Bikin Antusias Warga Pagaralam Meledak

Rabu, 22 April 2026 - 05:49 WIB

Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Bawa Sumsel Raih Penghargaan CSR Tingkat Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 05:25 WIB

Gubernur Herman Deru Targetkan “Sultan Muda” Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB