Pendekatan Antisipasi Hoaks Terus Dilakukan Pascagempa Maluku

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2019 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Universitas Pattimura hancur akibat gempa yang mengguncang Ambon-Maluku Tengah, Kamis (26/09/2019)

Gedung Universitas Pattimura hancur akibat gempa yang mengguncang Ambon-Maluku Tengah, Kamis (26/09/2019)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri terus melakukan pendekatan kepada warga untuk tidak terpancing hoaks pascagempa Maluku M 6,5 yang terjadi beberapa waktu lalu (26/9). Tim gabungan masih terus mengimbau warga hingga tadi malam (1/10) untuk kembali ke rumah mereka.

Tim Reaksi Cepat BNPB (TRC) menyampaikan bahwa camat, kepala desa, babinsa dan babinkamtibmas di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat telah melakukan penjelasan kepada warga sejak beberapa hari lalu, selepas gempa yang terjadi pada pukul 06:46:45 WIB. Ketika hoaks yang berisi tentang adanya gempa dan tsunami dalam waktu dekat, warga memilih mengungsi secara tersebar di dataran yang lebih tinggi.

Sebagian warga masih percaya hoaks tersebut sehingga ada yang mengungsi ke bukit secara tersebar dan sulit dijangkau personel gabungan. Kondisi tersebut justru menyebabkan kualitas kesehatan warga menurun seiring turunnya hujan.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Namun demikian, dari upaya yang dilakukan setelah beredarnya isu tidak benar sejak hari kedua, sejumlah warga yang mengungsi memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya jumlah penyintas hingga 72.000 jiwa sejak semalam (1/10/2019).

Mengupayakan penyadaran terhadap hoaks, Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari, Peneliti Badan Geologi Cipta dan perwakilan BPBD Provinsi Maluku memberikan keterangan secara langsung melalui TVRI Ambon pagi ini (2/10). Muhari menyampaikan mengenai karakterter dan historis gempa di Ambon sehingga masyakarat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

Berdasarkan informasi BMKG (1/10), total gempa susulan berjumlah 782 dan gempa yang dirasakan 82 kali. Dilihat dari gempa susulan yang terjadi, frekuensi cenderung turun.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Data sementara per 1 Oktober 2019 mencatat total penyintas berjumlah 115.290 jiwa. Jumlah penyintas terbesar terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan jumlah 36.391 jiwa, Maluku Tengah 50.250, dan Kota Ambon 28.649.

Sementara itu, total rumah rusak berjumlah 6.184 unit dengan rincian di wilayah Maluku Tengah rumah rusak berat (RB) 1.635 unit, rusak sedang (RS) 956 dan rusak ringan (RR) 2.120. Rumah rusak di wilayah Seram Bagian Barat RB 259 unit, RR 681, sedangkan di wilayah Kota Ambon RB 96, RS 145 dan RR 292.

Hingga kini, masing-masing wilayah yang terdampak gempa terus melakukan upaya penanganan darurat bencana. Masa tanggap darurat sementara ini akan berakhir pada 9 Oktober 2019 nanti.

 

Sumber : Realese BNPB

Berita Terkait

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Berita Terbaru