Pelanggan Kesal, Air PDAM Tirta Musi Keruh Berlumpur

- Jurnalis

Selasa, 24 Desember 2019 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air PDAM Tirta Musi Keruh dan Kotor

Air PDAM Tirta Musi Keruh dan Kotor

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Masyarakat kawasan Sekip Bendung kecewa ketika menampung air minum PDAM Tirta Musi kondisinya seperti air comberan. Karena keadaannya keruh dan berlumpur.

“Sudah lebih dari sepekan air minum yang dialirkan ke rumah kami berwarna pudar tidak bening,” ujar Anto (45) saat diwawancarai Wideazone.com dan Zoom Post, Senin (23/12/2019).

Menurut dia, sudah lebih dari sepekan banyak rumah tangga di sekitarnya tidak menampung air PDAM. “Ketika dicurahkan dari selang saat kami menampung air minum, wuih, kami kaget bukan main. Sebab kualitas airnya buruk sekali,” katanya.

Menurut Parjo, ketika air itu dicium, tak sedikit pun terdapat aroma tak sedap. Namun suasana air yang buruk dan keruh itu mirip air comberan. “Makanya saya malas menampung air PAM tersebut. Jika kebetulan sudah tertampung, endapan di dasar bak penampung penuh dengan kotoran. Saya kecewa terhadap pelayanan PDAM Tirta Musi,” katanya.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Anto memperkirakan, barangkali pipa saluran airnya ada yang bocor sehingga ketika ia menyedot air PAM dengan mesin penyedot, lumpur rawa ikut terisap. “Tapi setelah saya periksa, ternyata tak ada selang air kami yang bocor. Setelah bertanya ke beberapa tetangga, ternyata mereka pun mengalami hal yang sama,” kata Anto.

Ilustrasi PDAM
Ilustrasi PDAM

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, air keruh akibat dari erosi air hujan.

“Hujan yang berkepanjangan menyebabkan intesitas aliran air meningkat dari hulu Sungai Musi, sehingga membawa partikel-partikel kotoran berimbas dan mengakibatkan air sangat keruh. Air tersebut mengalir ke sistem penyaringan dan berpengaruh terhadap distribusi air,” jelas Andi.

Terkait masalah itu, pengamat sosial dari Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswanto, mengatakan seiring dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, PDAM harus melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Pengamat sosial dari Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswanto
Pengamat sosial dari Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswanto

“Jika tidak begitu, berarti PADM Tirta Musi tidak memenuhi harapan Pak Presiden,” ujar Joko Siswanto ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Senin (23/19/2019).

Menurut Joko, saat ini, untuk mendukung percepatan usaha negara agar sehat dan berkualitas, Menteri Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN), Menteri BUMN Erick Thohir BA MBA begitu cepat dan tegas memperbaiki manajemen usahanya.

Baca Juga:  Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

“Anehnya, kok PDAM Tirta Musi tidak mengikuti langkah-langkah Erick Thohir,” katanya.

Menurut Joko, dengan membayar retribusi air minum setiap bulan, harusnya kualitas air minum didistribusikan ke masyarakat dengan baik, jernih dan hieginis. “Kalau airnya keruh, berarti pembayaran setiap bulan itu mengecewakan masyarakat,” ucap Joko menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB