WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus berinovasi dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan lahan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN). Salah satu inovasi tersebut adalah metode smart farming. Dimana, metode bertani secara konvensional digabungkan dengan teknologi digital.
“Lahan kita akan diolah dengan metode baru, yaitu smart farming. Metode bertani secara konvensional digabungkan dengan teknologi digital, sehingga pemanfaatan lahan optimal,” ungkap Kepala BNPT RI Komjen Pol Prof Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi di Jakarta.
Dalam penerapan metode smart farming ini, Rycko Amelza Dahniel MSi mengatakan BNPT menggandeng PT Maharani Sarawati Indonesia (MSI) dengan menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU).
Sementara itu, Direktur Utama PT MSI, Fariz Abdillah mengapresiasi adanya kolaborasi ini dan menjelaskan keunggulan metode smart farming yang menurutnya dapat meningkatkan produksi dan menarik minat petani muda milenial.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)






