WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Saat ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi desa dengan memanfaatkan program Perhutanan Sosial, yaitu menanam pohon-pohonan yang dapat menjadi bahan baku produk unggulan desa, dan menggulirkan ekonomi kreatif di desa tersebut.
“Menanam Pohon Untuk Ekonomi Kreatif sehingga pohon sumber serat, sumber pewarna alam, bahan kuliner, furniture dan dijadikan barang dekorasi,” kata Manager The Climate Reality Indonesia Dr Amanda Katili Niode pada acara Forest Talk Bloggers di Kuto Besak Theatre Palembang , Sabtu kemarin (23/3/2019) yang bekerja sama dengan Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan The Climate Reality Project (TCRP)-Indonesia.
Menurutnya, melalui kemitraan antara pemerintah, pihak swasta, LSM dan masyarakat sangat penting untuk mencegah laju kerusakan hutan dan meningkatkan penanaman kembali di kawasan yang sudah rusak. YDS memandang perlunya dilakukan peningkatan pengelolaan hutan lestari di Indonesia dan pentingnya hal tersebut di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca,”katanya.
Seperti diketahui, YDS merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan DR.Sjahrir (alm) dan mengedepankan diskusi-diskusi cerdas dalam menyelesaikan masalah bangsa. Yayasan ini bergerak dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Dalam dua tahun terakhir YDS telah melaksanakan serangkaian diskusi dalam hal pengelolaan hutan lestari untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim di Indonesia.
The Climate Reality Project Indonesia menjadi wadah perkumpulan lebih dari 300 relawan di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pelaku bisnis, profesional, pendidik, atlet, musisi, ilmuwan, aktor, pelajar, dan pemuka agama.
Organisasi nirlaba ini bergerak dalam bidang komunikasi krisis dan solusi iklim, yang diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat untuk mempromosikan tindakan di mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal dan nasional.
“Perubahan iklim merupakan permasalahan terbesar dalam pembangunan nasional dan kita di Indonesia telah menyaksikan bencana terkait iklim yang sudah semakin parah. Kita dapat melakukan aksi nyata supaya dampak itu tidak semakin parah. Dan solusi terhadap masalah itu adalah kita menjaga hutan supaya tetap dan lebih lestari,” kata dia.
Selanjutnya disampaikan juga Tropenbos Indonesia, DR Atiek Widayanti tentang Pengelolaan Hutan Dan Lanskap Berkelanjutan.
Tahukah perubahan hutan akibat konversi hutan skala besar maupun individual seperti pembalakan lalu dijadikan perkebunan kerap terjadi di Indonesia, banyak sekali dampak alih fungsi hutan, ingatkah kasus banjir besar yang melanda kawasan pulau Sulawesi yang menyebabkan banyak kerugian dan korban jiwa. Alih fungsi hutan ini juga karena desakan kepadatan penduduk yang kian tahun kian meningkat untuk areal pemukiman.
Selain itu, karena kebutuhan perekonomian yang menghidupi ratusan juta rakyat Indonesia, termasuk juga alasan tuntutan pembangunan infrastruktur yang menjadi ikon kemajuan suatu daerah, dengan berbagai alasan mengundang investor untuk berinvestasi demi kemajuan daerah.
“Akhirnya hutan menjadi korban, banyak yang mengalihkanfungsikan hutan menjadi areal pertanian, pertambangan, perkebunan, dan areal pemukiman,”ujarnya
Kantor Utusan Khusus Prisiden Bidang pengendalian perubahan Iklim Ir Murni Titi Resdiana MBA, yang akrab di sapa mbak Titi, menyatakan kebijakan perubahan iklim di indonesia dari pemerintah.
“Ada dua rencana pemerintah terkait Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dengan pertumbuhn ekonomi 5, 07 % dan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim dengan pertumbuhan ekonomi 5,17% di tahun 2018. Rencana emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon. Hal ini dilakukan dengan cara Pencegahan Pembalakan Liar, Kebijakan Moratorium, Penanaman di Kawasan Hutan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan,” ungkapnya.
Selanjutnya rencana emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon. Hal ini dilakukan dengan cara Pencegahan Pembalakan Liar, Kebijakan Moratorium, Penanaman di Kawasan Hutan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon yakni dengan, Rehabilitasi Mangrove, Reklamasi Lahan Pasca, Tambang, Penanaman Dengan Tanaman, Perkebunan, Perluasan Perkebunan di tanah terlantar,”tegasnya.
Budaya seni Indonesia juga tak kalah dengan negara lain. Karya Tenun, Celup Ikat, dan Batik menjadi contoh betapa berkembangnya budaya seni di Indonesia
“Tahun lalu sudah ada eco fashion week menghasilkan karya yang sangat bagus,” tutupnya. (Ofie)



![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-129x85.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

