Menanam Pohon Ciptakan Ekonomi Kreatif

- Jurnalis

Selasa, 26 Maret 2019 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Saat ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi desa dengan memanfaatkan program Perhutanan Sosial, yaitu menanam pohon-pohonan yang dapat menjadi bahan baku produk unggulan desa, dan menggulirkan ekonomi kreatif di desa tersebut.

“Menanam Pohon Untuk Ekonomi Kreatif sehingga pohon sumber serat, sumber pewarna alam, bahan kuliner, furniture dan dijadikan barang dekorasi,” kata Manager The Climate Reality Indonesia Dr Amanda Katili Niode pada acara Forest Talk Bloggers di Kuto Besak Theatre Palembang , Sabtu kemarin (23/3/2019) yang bekerja sama dengan Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan The Climate Reality Project (TCRP)-Indonesia.

Menurutnya, melalui kemitraan antara pemerintah, pihak swasta, LSM dan masyarakat sangat penting untuk mencegah laju kerusakan hutan dan meningkatkan penanaman kembali di kawasan yang sudah rusak. YDS memandang perlunya dilakukan peningkatan pengelolaan hutan lestari di Indonesia dan pentingnya hal tersebut di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca,”katanya.

Seperti diketahui, YDS merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan DR.Sjahrir (alm) dan mengedepankan diskusi-diskusi cerdas dalam menyelesaikan masalah bangsa. Yayasan ini bergerak dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Dalam dua tahun terakhir YDS telah melaksanakan serangkaian diskusi dalam hal pengelolaan hutan lestari untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim di Indonesia.

The Climate Reality Project Indonesia menjadi wadah perkumpulan lebih dari 300 relawan di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pelaku bisnis, profesional, pendidik, atlet, musisi, ilmuwan, aktor, pelajar, dan pemuka agama.

Baca Juga:  Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Organisasi nirlaba ini bergerak dalam bidang komunikasi krisis dan solusi iklim, yang diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat untuk mempromosikan tindakan di mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal dan nasional.

“Perubahan iklim merupakan permasalahan terbesar dalam pembangunan nasional dan kita di Indonesia telah menyaksikan bencana terkait iklim yang sudah semakin parah. Kita dapat melakukan aksi nyata supaya dampak itu tidak semakin parah. Dan solusi terhadap masalah itu adalah kita menjaga hutan supaya tetap dan lebih lestari,” kata dia.

Selanjutnya disampaikan juga Tropenbos Indonesia, DR Atiek Widayanti tentang Pengelolaan Hutan Dan Lanskap Berkelanjutan.

Tahukah perubahan hutan akibat konversi hutan skala besar maupun individual seperti pembalakan lalu dijadikan perkebunan kerap terjadi di Indonesia, banyak sekali dampak alih fungsi hutan, ingatkah kasus banjir besar yang melanda kawasan pulau Sulawesi yang menyebabkan banyak kerugian dan korban jiwa. Alih fungsi hutan ini juga karena desakan kepadatan penduduk yang kian tahun kian meningkat untuk areal pemukiman.

Selain itu, karena kebutuhan perekonomian yang menghidupi ratusan juta rakyat Indonesia, termasuk juga alasan tuntutan pembangunan infrastruktur yang menjadi ikon kemajuan suatu daerah, dengan berbagai alasan mengundang investor untuk berinvestasi demi kemajuan daerah.

Baca Juga:  Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

“Akhirnya hutan menjadi korban, banyak yang mengalihkanfungsikan hutan menjadi areal pertanian, pertambangan, perkebunan, dan areal pemukiman,”ujarnya

Kantor Utusan Khusus Prisiden Bidang pengendalian perubahan Iklim Ir Murni Titi Resdiana MBA, yang akrab di sapa mbak Titi, menyatakan kebijakan perubahan iklim di indonesia dari pemerintah.

“Ada dua rencana pemerintah terkait Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dengan pertumbuhn ekonomi 5, 07 % dan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim dengan pertumbuhan ekonomi 5,17% di tahun 2018. Rencana emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon. Hal ini dilakukan dengan cara Pencegahan Pembalakan Liar, Kebijakan Moratorium, Penanaman di Kawasan Hutan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan,” ungkapnya.

Selanjutnya rencana emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon. Hal ini dilakukan dengan cara Pencegahan Pembalakan Liar, Kebijakan Moratorium, Penanaman di Kawasan Hutan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan emisi dari sektor kehutanan adalah dengan menanam pohon yakni dengan, Rehabilitasi Mangrove, Reklamasi Lahan Pasca, Tambang, Penanaman Dengan Tanaman, Perkebunan, Perluasan Perkebunan di tanah terlantar,”tegasnya.

Budaya seni Indonesia juga tak kalah dengan negara lain. Karya Tenun, Celup Ikat, dan Batik menjadi contoh betapa berkembangnya budaya seni di Indonesia

“Tahun lalu sudah ada eco fashion week menghasilkan karya yang sangat bagus,” tutupnya. (Ofie)

Berita Terkait

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terbaru

Ilustrasi WI-OK

Headlines

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:49 WIB