MBG Diantar Pukul 7 Pagi, Orangtua Khawatir Kualitas Makanan

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengantaran MBG di SDN 6 Banyuasin III pada pukul 07.07 WIB.

Pengantaran MBG di SDN 6 Banyuasin III pada pukul 07.07 WIB.

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Sejumlah orang tua siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis [MBG] di kabupaten Banyuasin mengkhawatirkan soal rentang waktu pengantaran makanan, hingga kualitas makanan.

MBG diketahui tiba di sekolah sekitar pukul 07.07 pagi, sementara waktu makan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Para orangtua khawatir makanan yang dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang berpotensi menurun kualitasnya dan bahkan menimbulkan resiko keracunan makanan.

“Kami mendukung programnya karena baik untuk anak-anak, tapi kalau makanannya datang pukul 7 dan makanannya baru dimakan jam 9, itu terlalu lama. Takutnya itu basi, kita yang sudah dewasa saja tidak mau makan yang tidak fresh apalagi anak-anak,” kata Okta, salah satu wali murid SDN 6 Banyuasin III, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga:  Partai Buruh EXCO Banyuasin Terima Kunjungan Kesbangpol, Bahas Peran Strategis Parpol

Keresahan itu muncul karena mengingat peristiwa keracunan massal di Cipongkor, kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang terjadi pada bulan september lalu, dimana puluhan siswa mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan program MBG.

Dikutip dari media Detiknews, Uji hasil Laboratorium Kesehatan Daerah [Labkesda] Jawa Barat menyebut penyebabnya adalah karena bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus.

Baca Juga:  Herman Deru Pastikan 18 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo Tepat Sasaran

Penyebab utama kontaminasi adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama.

Para orang tua berharap pelaksana program MBG dapat menyesuaikan waktu distribusi makanan agar lebih mendekati jam istirahat siswa.

“Kami hanya ingin anak-anak makan dengan aman dan sehat. Jangan sampai niat baik pemerintah malah berdampak buruk. Dan terutama menu makanannya, harus disesuaikan dengan usia anak-anak. Sebab percuma kalau ada makan gratis tapi tidak dimakan. Sebab pak presiden menciptakan program ini untuk mencegah stunting bukan bikin anak orang stunting,” tegasnya.

Laporan Desi | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH
Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎
FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Juni 2026 - 11:32 WIB

Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:39 WIB

Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Berita Terbaru

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]

Breaking News

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Jun 2026 - 19:32 WIB