WARGA Kota Pagaralam, Muaraenim dan Kabupaten Lahat meminta agar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI dan Polri segera bertindak untuk menertibkan keganasan harimau yang telah melahap sejumlah korban manusia.
WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Setelah empat korban tewas dilalap harimau, kini keresahan warga semakin memuncak setelah ditemukan lagi seorang wanita yang tewas mengenaskan akibat keganasan hewan buas itu.
Sejak dikabarkan hilang, seorang wanita beranak satu ditemukan warga Desa Padang Bindu Benakat, Kecamatan Benakat Kabupaten Muaraenim.
Pada Kamis lalu (26/12/2019), warga dihebohkan raibnya korban. Warga Desa Padang Bindu secara kompak untuk mencari wanita beranak satu tersebut.
“Kami belum tahu nama wanita itu. Dia seorang perempuan yang memiliki anak satu. Wanita itu warga Semende Darat Laut,” kata seorang warga Desa Padang Bindu, Sukarso (37).
Setelah menyepakati secara bersama, warga Desa Semende Darat Laut segera mencari wanita itu sekitar pukul 16.30 WIB.
Setelah memburu wanita itu secara bersama-sama, akhirnya potongan tubuh wanita itu ditemukan Jumat (27/12/201).
“Keadaannya sungguh mengerikan. Keadaan jasad wanita itu tinggal sebelah. Dari keadaan itu, kami yakin wanita itu tewas diterkam harimau,” katanya.
Dalam konteks tersebut, warga berharap agar pemerintah daerah, dalam hal ini Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI dan Polri segera berindak agar keganasan hewan buas itu tidak memusnahkan habitat manusia.
Dari kajian BKSDA, habitat harimau-harimau itu berada di kantung Bukit Dingin seluas 63 ribu hektare, membentang dari Kabupaten Lahat-Kota Pagaralam-Empat Lawang serta kantung Bukit Jambul Putih seluas 282 hektare.
Dalam kaitan mengganasnya hewan buas itu, dalam rapat Paripurna VII DPRD Sumsel beberapa hari lalu, Gubernur H Herman Deru mengatakan, keganasan harimau itu hingga menerkam manusia faktor geothermal (ekspansi pertambangan).
“Akibat geothermal itulah situasi lingkungan habitat harimau itu rusak, sehingga secara emosional hewan-hewan buas itu menerkam manusia yang ditemuinya,” kata Gubernur. (*)
Laporan Abror Vandozer
Aditor Anto Narasoma







![Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, dalam Rapat Dengar Pendapat [RDP] bersama Dinas Perhubungan, Inspektorat, DPMPTSP, Bagian Hukum, dan manajemen Green SM, Selasa 15 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Anggota-Komisi-III-DPRD-Kota-Palembang-Andreas-Okdi-Priantoro-dalam-Rapat-Dengar-Pendapat-Selasa-15-September-2026-225x129.jpg)
![Rapat Dengar Pendapat [RDP] Komisi IV DPRD Palembang dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang soal evaluasi PJJ [pembelajaran jarak jauh] pada Senin 14 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260914-WA0015_copy_1600x1015-225x129.jpg)




![Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, dalam Rapat Dengar Pendapat [RDP] bersama Dinas Perhubungan, Inspektorat, DPMPTSP, Bagian Hukum, dan manajemen Green SM, Selasa 15 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Anggota-Komisi-III-DPRD-Kota-Palembang-Andreas-Okdi-Priantoro-dalam-Rapat-Dengar-Pendapat-Selasa-15-September-2026-129x85.jpg)


![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)
