Lagi, Harimau Melahap Manusia

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2019 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lagi, Harimau Melahap Manusia

Lagi, Harimau Melahap Manusia

WARGA Kota Pagaralam, Muaraenim dan Kabupaten Lahat meminta agar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI dan Polri segera bertindak untuk menertibkan keganasan harimau yang telah melahap sejumlah korban manusia.

WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Setelah empat korban tewas dilalap harimau, kini keresahan warga semakin memuncak setelah ditemukan lagi seorang wanita yang tewas mengenaskan akibat keganasan hewan buas itu.

Sejak dikabarkan hilang, seorang wanita beranak satu ditemukan warga Desa Padang Bindu Benakat, Kecamatan Benakat Kabupaten Muaraenim.

Pada Kamis lalu (26/12/2019), warga dihebohkan raibnya korban. Warga Desa Padang Bindu secara kompak untuk mencari wanita beranak satu tersebut.

“Kami belum tahu nama wanita itu. Dia seorang perempuan yang memiliki anak satu. Wanita itu warga Semende Darat Laut,” kata seorang warga Desa Padang Bindu, Sukarso (37).

Setelah menyepakati secara bersama, warga Desa Semende Darat Laut segera mencari wanita itu sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah memburu wanita itu secara bersama-sama, akhirnya potongan tubuh wanita itu ditemukan Jumat (27/12/201).

“Keadaannya sungguh mengerikan. Keadaan jasad wanita itu tinggal sebelah. Dari keadaan itu, kami yakin wanita itu tewas diterkam harimau,” katanya.

Dalam konteks tersebut, warga berharap agar pemerintah daerah, dalam hal ini Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI dan Polri segera berindak agar keganasan hewan buas itu tidak memusnahkan habitat manusia.

Dari kajian BKSDA, habitat harimau-harimau itu berada di kantung Bukit Dingin seluas 63 ribu hektare, membentang dari Kabupaten Lahat-Kota Pagaralam-Empat Lawang serta kantung Bukit Jambul Putih seluas 282 hektare.

Dalam kaitan mengganasnya hewan buas itu, dalam rapat Paripurna VII DPRD Sumsel beberapa hari lalu, Gubernur H Herman Deru mengatakan, keganasan harimau itu hingga menerkam manusia faktor geothermal (ekspansi pertambangan).

“Akibat geothermal itulah situasi lingkungan habitat harimau itu rusak, sehingga secara emosional hewan-hewan buas itu menerkam manusia yang ditemuinya,” kata Gubernur. (*)

Laporan Abror Vandozer
Aditor Anto Narasoma

Berita Terkait

Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele
Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin
Diduga Gelapkan Hak Perangkat Desa Rp700 Juta, Kades Betung Dilaporkan ke Polda Sumsel
Usai Terjaring OTT Rp1,6 Miliar, Kini Oknum DPRD Muara Enim KT beserta Anaknya Ditahan 20 Hari
Terima Suap Proyek Irigasi Rp1,6 Miliar! Oknum Anggota DPRD Muara Enim KT beserta Anaknya Dilibas Kejati Sumsel
Enam dari Tujuh Tersangka Korupsi KUR Bank Pemerintah Ditahan
“Light Up The Dream” Nyalakan Harapan Warga Muara Enim
Polres Muara Enim Balikin Dua Mobil Curian: Intoleransi bagi Kejahatan !

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:57 WIB

Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele

Senin, 11 Mei 2026 - 05:27 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:25 WIB

Diduga Gelapkan Hak Perangkat Desa Rp700 Juta, Kades Betung Dilaporkan ke Polda Sumsel

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:45 WIB

Usai Terjaring OTT Rp1,6 Miliar, Kini Oknum DPRD Muara Enim KT beserta Anaknya Ditahan 20 Hari

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:29 WIB

Terima Suap Proyek Irigasi Rp1,6 Miliar! Oknum Anggota DPRD Muara Enim KT beserta Anaknya Dilibas Kejati Sumsel

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB