WIDEAZONE. COM, PALEMBANG — Dibentuknya organisasi seni Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP), sebagai wadah untuk menyatukan persepsi antaranggota.
“Paling tidak, tujuannya dapat menyatukan pendapat, bagaimana cara membamgunan musik dangdut yang baik, ” ujar Ketua KKPP Salman Anchok kepada media ini, Kamis (7/3/2019).
Selama ini, para pemusik dan penyanyi lagu dangdut itu terpencar di sana-sini. Maka dengan adanya KKPP, para pemusik dan penyanyi dan penggemar lagu-lagu dangdut dapat menyamakan persepsi.
Menurut Salman, lagu-lagu dangdut itu asli milik Indonesia. Dari lirik, penataan nada dan irama, resonansinya menyuarakan nilai-nilai kehidupan Dan kemanusiaan.
“Karena itu saya meminta agar para anggota dan penggemar dangdut dapat menyatukan persepsi untuk mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan di dalam musik ini,” katanya.
Menjawab pertanyaan tentang adanya genre remix, secara spontan Salman, mengatakan dangdut tidak mengenal adanya susunan nada seperti itu.

Musik dangdut sangat jelas. Objeknya adalah genre musik yang memiliki harmonisasi bernada spesifik, indah dan liriknya bercerita tentang kemanusiaan. Selain di Indonesia, tak ada jenis musik ini di luar negeri.
Dangdut tercipta dari beragam genre musik, seperti Melayu, Arab dan India. Karena perkembangan genre inilah yang melatarbelakangi lahirnya musik dangdut.
“Sebab, sebelum musik dangdut tercipta, masyarakat kita hanya mengenal lagu-lagu bergenre Melayu, India dan musik Arabik, ” tukasnya.
Alhamdulillah, kata Salman Ancok, sejak adanya Rhoma Irama di dekade tahun 1970-an, musik dangdut mulai dikenal dan digemari masyarakat Indonesia.
“Bahkan stasiun televisi swasta kita telah memberi ruang dan apresiasi tertinggi bagi dangdut, sehingga dangdut menjadi booming ke pelataran Nusantara, ” katanya.
Tak heran ketika ada liga dangdut, peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Timur Leste, menjadi peserta dalam liga dangdut tersebut. (anto narasom)







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

