“Meninggal itu takdir, tapi penanganan sudah maksimal banget,” kata Djoko. “Penanganan yang diberikan sudah maksimal, namun nyawa tidak tertolong. Rekan-rekan dari PB.PON, SDM semuanya support, jadi semuanya bisa tertangani,” lanjutnya berterima kasih kepada seluruh pihak.
Pada 9 Oktober 2021 pukul 15:30 WIT, jenazah Almarhum telah diberangkatkan ke Surabaya.
Almarhum dikabarkan meninggalkan pesan terkait penyelenggaraan PON XX. “Pesan terakhir dari Almarhum adalah, beliau ingin semua terus bersemangat menyelesaikan cabang olahraga Paralayang,” kata Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Paralayang Tonny Ananda. (JN)



















