Doa kepada Almarhum juga mengiringi kepergiannya. “Semoga Almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, dan masyarakat olahraga prestasi, khususnya Paralayang diberikan kekuatan, Amin YRA.,” sambungnya mendoakan.“Selamat jalan Patriot Olahraga, jasamu akan selalu kami kenang,” tutup Marciano.
Technical Delegate Paralayang Djoko Bisowarno dan Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha, SE, MM, menceritakan bagaimana kondisi Almarhum sebelum meninggal.“Merasa nggak bisa bernafas, terus dipanggil medis, dibawa ke rumah sakit,” terang pria yang akrab disapa Djoko menceritakan kondisi tanggal 3 Oktober.
“Tanggal 3 Oktober, Mas Wim Salim tidak ke lokasi lomba, karena mengeluh tidak enak badan. Siangnya terjadi serangan jantung di penginapan. Siang hari itu juga, tim medis langsung membawanya ke rumah sakit,” terang Wahyu.
Pada hari itu juga, Almarhum mendapatkan rumah sakit dengan peralatan jantung paling lengkap, yakni RSUD Jayapura. Hal tersebut karena kesigapan seluruh pihak yang menangani Almarhum.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















