banner 2560x598

banner 2560x598

Gubernur Herman Deru Hadiri Launching Buku Pendapat BPK RI

  • Bagikan
Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri Grand Launching Buku Pendapat (strategic foresight) BPK RI, oleh Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna CSFA, CFrA, CGCAE, QGIA, secara virtual dari, dari Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis [21/10].
Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri Grand Launching Buku Pendapat (strategic foresight) BPK RI, oleh Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna CSFA, CFrA, CGCAE, QGIA, secara virtual dari, dari Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis [21/10].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri Grand Launching Buku Pendapat (strategic foresight) BPK RI, oleh Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna CSFA, CFrA, CGCAE, QGIA, secara virtual dari, dari Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis [21/10].

Dalam sambutannya Ketua BPK RI, Dr Agung Firman Sampurna CSFA, CFrA, CGCAE, QGIA, mengatakan ada empat skenario yang dapat terjadi dalam lima tahun ke depan [2021-2026] setelah pandemi COVID-19 berakhir.

“Skenario yang disajikan dalam foresight BPK bukanlah prediksi tentang masa depan, tetapi sarana untuk melihat kembali berbagai asumsi tentang masa depan, agar kita tidak terlena dengan harapan dan agar kita mampu melihat lebih jernih kesiapan menghadapi masa depan,” kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna.

Ia memaparkan empat skenario itu mencakup skenario berlayar menaklukkan samudera dengan respons pemerintah terhadap krisis menjadi lebih efektif dan tingkat keparahan pandemi mereda

Skenario selanjutnya adalah mengarung di tengah badai, dengan respons pemerintah terhadap krisis menjadi lebih efektif di tengah pandemi yang makin memburuk.

Kemudian, skenario tercerai-berai terhempas lautan, yang merupakan skenario terburuk karena menggambarkan masa depan yang penuh risiko dan bahaya.

Skenario terakhir adalah skenario kandas telantar surutnya pantai, yang ditandai dengan meredanya pandemi.

Dalam seluruh skenario ini, terdapat lima tema yang menurut BPK perlu diantisipasi pemerintah seperti reformasi kesehatan, reformasi pajak dan kesinambungan fiskal, visi dan kepemimpinan pemerintah, transformasi digital dan tata kelola data, serta kualitas sumber daya manusia.

“Tema-tema tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah karena akan turut menentukan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 maupun kemungkinan terjadi pandemi, bencana, dan krisis global di kemudian hari,” kata Agung.

Adapun penyusunan foresight BPK ini dilakukan dengan menggunakan metode scenario planning dan data yang bersumber dari hasil pemeriksaan BPK, tren dalam negeri, regional, dan global.

Kebijakan ini kemudian dirumuskan dalam buku, mengingat dalam melakukan tugas pemeriksaan, BPK memiliki tiga peran yaitu oversight, insight dan foresight.

Peran oversight dan insight diwujudkan dalam tugas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, serta pemberian pendapat kepada pemerintah.

Selanjutnya, peran foresight dilakukan untuk membantu masyarakat dan pengambil keputusan dalam memilih alternatif kebijakan masa depan.

Saat menghadiri launching tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj RA Anita Noeringhati yang kebetulan sama-sama menghadiri agenda Rapat Paripurna ke-38 DPRD Provinsi Sumsel.

Selain itu turut mendampingi Plh Asisten III Pemprov Sumsel Bidang Administrasi dan Umum, Nelson Firdaus serta Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana SSos MSi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *