Rini Aulia Nurul Fikri dari UPN Veteran, Jakarta mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas bantuan pengurangan UKT di semester ganjil. “Kesan saya terhadap bantuan ini adalah sangat membantu keluarga saya karena keluarga saya sangat terdampak Covid-19. Pesan saya, semoga program ini terus ada dan informasi terkait bantuan UKT bisa lebih disebarluaskan lagi supaya lebih banyak mahasiswa yang berpartisipasi,” kata Rini.
Senada dengan itu, Dedy Wahyudi Hasibuan, mahasiswa Universitas Riau Kepulauan, Kota Batam, juga mengapresiasi Kemendikbudristek yang sudah memberikan bantuan UKT bagi mahasiswa tidak mampu dan terdampak Covid-19. “Semoga program yang telah diluncurkan pemerintah ini bisa membantu mahasiswa menunjang akademik para mahasiswa,” harap Dedi.
Berkaitan dengan kebutuhan skills di dunia kerja, selama pandemi Kemendikbudristek tetap memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti program-program Kampus Merdeka. Tercatat, ada 22.000 peserta Kampus Mengajar yang sedang membantu para guru di SD dan SMP untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran (learning loss). Terdapat lebih dari 13.000 peserta program magang dan studi independen bersertifikat. Selain itu, lebih dari 12.000 mahasiswa mengikuti program pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri.
Dikatakan Mendikbudristek, PTM terbatas ini merupakan salah satu upaya bersama untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran. Ia menyebut, Kemendikbudristek membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari para mahasiswa untuk memastikan PTM terbatas dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan optimal. “Semangat mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program-program Kampus Merdeka adalah penyemangat kami untuk terus berupaya hadir mendukung adik-adik sekalian,” kata Mendikbudristek.



















