Destinasi Wisata “THE KING STONE”

- Jurnalis

Sabtu, 23 Maret 2019 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Goa Putri - Kabupaten OKU (Baturaja)

Goa Putri - Kabupaten OKU (Baturaja)

WIDEAZONE.COM — Ketika mendengar nama (kingstone) sontak kita berpikir tentang Baturaja, Ogan Komering Ulu (Baturaja) banyak sekali keindahan destinasi wisata. Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering.

Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997. Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu.

Kota Baturaja dahulu merupakan Kota administratif dan sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah tidak dikenal adanya kota administratif dan Kota Administratif Baturaja kembali menjadi bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Goa Putri adalah satu dari banyaknya goa yang ada di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji. Selain tersohor karena cerita legenda Putri Dayang Merindu yang berubah wujud menjadi batu, di tempat ini juga ditemukan artefak dan kerangka manusia yang konon adalah penghuni goa di zaman pra sejarah.

Banyaknya batuan alam juga menjadi cerita mengapa daerah ini dinamakan Baturaja. Di sini Anda bisa menemukan banyak batuan alam dan fosil sisa-sisa hewan atau tumbuhan hasil endapan jutaan tahun lalu.

Ada banyak keunikan yang ada di dalam Goa Putri ini, dan goa ini sudah menjadi destinasi wisata yang ikonik di Kabupaten OKU. Beberapa keunikannya adalah sebelum masuk ke goa wisatawan diharuskan untuk mengetuk dinding goa sebanyak 3 kali sebagai tanda salam kepada leluhur.

Dan di dalam Goa Putri kamu akan menjumpai banyak bebetauan yang menyerupai manusia dan juga beberapa hewan. Di dalam goa juga ada sungai bawah tanah, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga bisa membuat wajah kamu awet muda. Jadi tunggu apalagi cepat ambil air lalu buat cuci muka agar awet muda yaa.

Menurut sejarah, tempat wisata di Sumatera Selatan ini dahulunya memang digunakan sebagai tempat tinggal manusia pra sejarah. Karena didalamnya banyak sekali ditemukan berbagai tulang manusia, hewan, dan juga berbagai benda peninggalan yang menguat sebagai bukti tersebut. Untuk lokasinya sendiri berada di Desa Padang Bindu, yang berada di wilayah Kecamatan Semidang Aji.

Tidak bisa dipastikan kapan Goa ini ditemukan, tapi menurut cerita yang berkembang, memang goa itu sudah ada sejak dulu dan masyarakat sekitar menyebutnya Goa Putri yang dalam bahasa setempat disebut Susumen Dusun. Susumen berarti goa dan dusun berarti desa, jadi karena goa itu begitu besar maka masyarakat desa setempat menyebutnya goa desa.

Menurut legenda yang dipercaya sampai sekarang, dulu tinggallah seorang Putri Balian bersama keluarganya. Suatu saat, sang Putri mandi di muara Sungai Semuhun (sungai yang mengalir di dalam goa, bermuara di sungai Ogan), persis pada pertemuan sungai itu dengan sungai Ogan.

Pada suatu saat, kebetulan seorang pengembara sakti lewat, namanya Serunting Sakti atau yang lebih dikenal dengan nama Si Pahit Lidah. Melihat Sang Putri di sungai hendak mandi, Si Pahit Lidah mencoba menegur. Namun tidak dipedulikan sama sekali oleh Sang Putri. Sampai beberapa kali Si Pahit Lidah menegur Sang Putri, tetap saja tidak dihiraukan oleh Sang Putri. “Sombong benar si Putri ini, diam seperti batu saja…,” kata Si Pahit Lidah menggumam. Gumaman itu langsung mengenai Sang Putri, sehingga serta merta Sang Putri berubah menjadi batu. Itulah batu yang terdapat di Sungai Ogan.

Si Pahit Lidah lalu meneruskan perjalanannya. Tak disangka sampailah sang pengembara di depan lokasi yang sekarang menjadi goa. “Katanya ini desa, tapi tidak kelihatan orangnya, seperti goa batu saja,’ kata Si Pahit Lidah bergumam. Dan jadilah tempat itu sebagai goa batu. Itu legenda terjadinya Goa Putri.

Memasuki Goa Putri, banyak keindahan alam ciptaan Tuhan yang menakjubkan dapat Anda saksikan. Bagaikan perunggalan kerajaan pada zaman dahulu yang telah runtuh namun masih utuh. Dinding goa yang dipenuhi stalagmit dan stalagtit menambah indahnya goa tersebut.

Kisah tentang Goa Putri ini memang penuh misteri, entah kapan bisa terungkap. Mungkin hanya keajaiban alam biasa seperti kata seorang antropolog dari Bandung yang pernah melakukan studi di sini. Dia menyatakan bahwa Goa Putri dan kawasan sekitarnya adalah bekas lautan luas berusia 350 tahun sebelum masehi. Yang menjadi goa itu hanyalah sebuah batu karang.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026
Palembang Siap Jadi Magnet Event Nasional, Aprizal Hasyim: Kejuaraan Marching Band Dongkrak PAD
Sumsel Tuan Rumah Konferensi Anxi Sedunia, Gubernur Herman Deru Harap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
Ampera Tourism Run 2026: dari Jantung Palembang untuk Indonesia
135 Calender of Charming 2026 Resmi Diluncurkan
Gubernur Herman Deru Harap BSI Dukung Sriwijaya Ranau Gran Fondo
Wagub Cik Ujang Dorong ASN Sukseskan Sriwijaya Ranau Gran Fondo
Sinergi Pemprov dan Pemkab, OKU Selatan Menuju Kawasan Pariwisata Strategis

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:57 WIB

Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:45 WIB

Palembang Siap Jadi Magnet Event Nasional, Aprizal Hasyim: Kejuaraan Marching Band Dongkrak PAD

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:23 WIB

Sumsel Tuan Rumah Konferensi Anxi Sedunia, Gubernur Herman Deru Harap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Senin, 16 Februari 2026 - 20:25 WIB

Ampera Tourism Run 2026: dari Jantung Palembang untuk Indonesia

Selasa, 11 November 2025 - 21:01 WIB

135 Calender of Charming 2026 Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru