CREATIVE EXPO, MUNCULKAN JIWA INTERPRENEUR

- Jurnalis

Jumat, 11 Januari 2019 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONA.COM, PALEMBANG — Program Creative Expo merupakan bentuk pengajaran untuk mengembangkan intelektual anak-anak sekokah di luar teori pendidikan.

Pemimpin Perguruan Methodist 2 Palembang, Benni Taslim, mengatakan kegiatan bertema kreatifitas itu akan digelar selama tiga hari, dari 25-26 Januari 2019.

“Kegiatan ini digelar sebagai pembelajaran bagi siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Selain itu diharapkan dapat belajar untuk menimulasikan kreatifitas dalam dunia praktik dari teori yang diajarkan di kelas.

Selain itu akan memberi pengalaman baru menghadapi persoalan nyata di lapangan. Even ini, katanya, sebagai bentuk pengalaman untuk anak-anak tingkat TK, SD, SMP, SMA dan bahkan sekokah kejuruan (SMK). “Kita berpikir untuk memberi nilai tambah bagi mereka yang berhasil menyelesaikan even ini,” katanya.

Baca Juga:  Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Baiti berharao proses belajar di Indonesia dapat mengikuti sistem pendidikan di Finlandia. Di negeri ini tidak ada perengkingan. “Mereka di sana lebih mengutamakan penciptaan ecperience,” ujarnya keoada Wideazona.com, Jumat (11/1/2019).

Creative Expo memberi kolaborasi ide kreatif dan inspirasi dati kerjasama antarguru dan siswanya. Sedangkan bidang ilmu yang diberikan antara lain, teknologi sederhana, science poiject, ekonomi kreatif, pasar seni, ilmu sastra, teknologi sederhana, meliputi teori yang telah diajarkan di sekolah.

Misalnya menampilkan teknologi tata surya atau.pelajara IPA. Misalnya, antara satu zat dicampurkan dengan zat lain akan bereaksi menjadi apa.

Baca Juga:  Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Di bidang ekonomi kreatif mereka diajarkan untuk menjadi interpreneur yang menghasilkan kampanye positif melalui kalimat persuasif dengan ilmu sastra.

Itu artinya, tidak memilih siswa rangking. Setiap kelas ada perwakilan untuk tampil di hadapan penonton. “Jadi kita memilih mereka agar mempunyai kemampuan.kompeten untuk mengekplor dirinya,” ujar Benni.

Dalam kaitan itu, pihaknya masih menggunakan kurikukum K13. Setiap tingkat mempunyai kriteria untuk menunjukkan kriteria selama even berlangsung.

Mengingat kegiatan itu tak terlepas dari pengembangan interpreneur meliputi kuliner, handmade dan fashion, kegiatannya dilakukan denhan matang. ” Kita berharap dengan digelarnya even ini, diharapkan memunculkan kesuksesan bagi peserta,” ujar Benni menutup perbincangan. (hasan basri)

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif
Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Jumat, 24 April 2026 - 20:07 WIB

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru