Perlu diketahui di seluruh Sumsel ini ada 714 kawasan rawan narkotik, dengan intervensi yang dilakukan BNN RI melalui BNN Sumsel diharapkan dapat menurunkan kerawanan, prevalensi, pemakai narkotika terutama sabu yang banyak dipakai.
“Saya yakin dan percaya kalau kita bekerja sama terutama dibantu civitas akademika maka kita akan bisa menekan peredaran narkotika,” Tukasnya.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. IPU. ASEAN. Eng., mengucapkan Terima kasih kepada Kepala BNN RI atas kehadirannya di Universitas Sriwijaya dalam rangka mengajak kita semua untuk sadar akan bahaya Narkoba dan bersama sama berjamaah memerangi Narkoba.
“Saya yakin seluruh Universitas di Sumatera Selatan ini akan siap menjadi kampus bersinar, kampus bersih dari narkoba, dan kita semua siap memerangi semua bentuk apapun yang akan merusak generasi penerus,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















