Belum Pernah Terima Bantuan, Warga Tanyakan Hak Mereka

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2020 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum Pernah Terima Bantuan, Warga Tanyakan Hak Mereka

Belum Pernah Terima Bantuan, Warga Tanyakan Hak Mereka

MESKI sudah kesekian kalinya bantuan pemerintah diberikan ke pada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona diseases (vicod-19), namun ada beberapa warga miskin justru tidak sekali pun menerima bantuan itu.

Ada beberapa janda miskin yang berdomisili di Sekip Bendung Gang Pulau RT 36 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang yang sekalipun tak pernah menerima bantuan pemerintah. Ada apa ini?

“Entah, hingga hari ini saya belum pernah menerima bantuan dari Pemkot Palembang, baik sembako apalagi berbentuk uang,” ujar Rohaya (56) ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Jumat (8/5/2020).

Padahal mereka mengetahui kabar pembagian sembako dari televisi dan surat kabar. Setelah ditunggu berbulan-bulan, Rohaya, Yur, Nuriah tak pernah menerima uluran bantuan itu.

“Saya sangat sedih memikirkan nasib yang kami alami ini. Dari siaran tivi, saya melihat adanya petugas membagi-bagikan bantuan sembako dan uang, kami hanya gigit jari,” ujar Rohaya, menitikkan air mata.

Rohaya seorang janda yang mempunyai lima anak. Saat wartawan media ini mewawancarai yang bersamgkutan, Rohaya sedang terlibat pembicaraan tentang bantuan itu dengan ibu-ibu lainnya.

Baca Juga:  Ekskavator Luluhlantakkan Bangunan Ilegal Milik Afat di Demang Lebar Daun

Menurut Ibu Yur, panitia yang membagikan bantuan sosial akibat dampak covid-19 seolah tidak adil. Orang-orang yang memiliki motor dan rumah mampu, dibagikan bantuan tersebut. “Sedangkan kami yang kesusahan akibat pandemi corona hanya terpojok menantikan bantuan yang tak pernah kami terima,” ujarnya sedih.

Apakah untuk masyarakat miskin di Gang Pulau yang bekerja sebagai pencari barang asongan sengaja tidak didata dan tak berhak menerima bantuan sosial tersebut?

Demikian pula yang dikeluhkan Ibu Muryati yang tinggal di Kebun Duku 24 Ilir Palembang. “Saya ini janda yang memiliki empat anak. Apakah dengan status janda beranak empat itu saya tidak berhak menerima bantuan tersebut?” kata Ibu Muryati sembari menitikkan air mata.

Jika penerima bantuan tersebut adalah terdampak pandemi virus corona, katanya, ia pun sama. Tapi dari sejak awal adanya pembagian sembako dan uang dari pemerintah, Ibu Muryati belum pernah menerima sebutir beras pun.

Baca Juga:  Kerjasama Australia-Palembang Cakup Sanitasi hingga Pengelolaan Limbah

“Saya benar-benar kecewa dengan “ketidakadilan” seperti ini. Orang yang lebih kaya dari saya mendapatkan bantuan itu. Sedangkan kami dari awal adanya bantuan, belum pernah sebutir beras pun yang kami terima. Saya minta Pak Wali bisa mendengar keluhan kami,” katanya.

Padahal pada 17 April 2020 lalu, Walikota Palembang H Harnojoyo telah menyalurkan bantuan itu ke pada masyarakat. Ada 38 ribu kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut.

Menurut H Harnojoyo, bantuan yang diberikan ke masyarakat itu dari pihak swasta, pengusaha dan masyarakat. “Total bantuan itu mencapai ratusan ton,” ujar Walikota.

Terkait penyaluran bantuan tersebut, pihak Pemkot Palembang sudah berkoordinasi dengan pihak TNI dan Kepolisan.

“TNI-Polri akan mengawal progres pembagian beras dan sembako itu ke masyarakat. Dengan begitu penyalurannya tepat sasaran agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” ujar Walikota. (*)

Laporan Abror Vandozer

Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Palembang Mantapkan Persiapan HUT ke-1343: Belajar dari Sejarah..
Ratu Dewa Instruksikan OPD Fokus Deteksi Dini Karhutla
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh
Siap-siap Pembuang Sampah Sembarangan di Palembang Ditindak!
Pemkot Palembang Siap Dukung “Sumsel Run 2026” Peringati Hari Kartini
Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 19:29 WIB

Palembang Mantapkan Persiapan HUT ke-1343: Belajar dari Sejarah..

Selasa, 21 April 2026 - 19:15 WIB

Ratu Dewa Instruksikan OPD Fokus Deteksi Dini Karhutla

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Minggu, 19 April 2026 - 04:06 WIB

Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB