ANDIKPAS, JANGAN DIPANDANG REMEH

- Jurnalis

Jumat, 11 Januari 2019 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Tak ada diskriminasi terhadap anak-anak sekolah Filial di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Pakjo Palembang.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 25 Palembang, Baiti Maryati, menyatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan maksimal.

“Anak-anak sekolah Filial ini tak berbeda dibanding anak-anak sekolah formal lainnya. Sebab status mereka itu hanya berada dalam pembinaan di Lapas,” ujar Baiti kepada Wideazona.com, di ruang kerjanya, Jumat (11/2/2019).

Karena itu, SDN 25 Palembang yang ditunjuk sebagai sekolah filial bagi anak-anak lapas, tetap memberikan materi pelajaran yang sama.

“Karena itu kami sangat mendukung adanya sekokah filial ini. Sebab, hakikatnya warga binaan pemasyarakatan adalah insan dan sumber daya manusia. Karena itu eksistensi mereka harus diperlakukan dengan baik, termasuk memberikan hak pendidikan yang sama,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Motivasi Pelajar Sumsel Raih Cita-cita Tinggi dalam Harmonisasi Ramadhan

Meski mereka itu berada di lapas, namun pihak sekolah tak bisa mengabaikan nilai o3 didikan mereka.

Meski diberi pendidikan yang sama, namun yang membedakannya adalah guru yang datang ke lingkungan pendidikan mereka di sekolah Filial, diawali dari pukuk 7.30 Wib hingga selesai.

Sementara itu, dalam menyiapkan materi ujian nasional, Baiti menyatakan akan memberikan pola pendidikan yang sama dibanding anak umunya. “Artinya, kita memberikan nilai pengajaran yang sama. Kita ingin mereka mendapatkan nilai ujian nasional yang baik,” katanya.

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Dengan demikian, anak-anak itu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjutan. “Pokoknya kita akan memberikan materi yang mengacu ke ujian nasional,” tukasnya.

Menurut dia, anak-anak pendidikan di lapas (andikpas) tak boleh dianggap remeh dan diskriminatif. Hanya karena pernah melakukan tindakan kriminal, lalu mereka dianggap sebelah mata. “Ini pandangan yang keliru,” tegasnya.

Meski saat ini mereka berada di lapas, tapi andikpas itu adalah anak-anak bangsa yang mesti diperlakukan sama, sehingga mereka akan tampil sebagai anak bangsa yang bertanggung jawab membangun negeri ini.
(hasan basri)

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif
Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Jumat, 24 April 2026 - 20:07 WIB

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru