WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Tak ada diskriminasi terhadap anak-anak sekolah Filial di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Pakjo Palembang.
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 25 Palembang, Baiti Maryati, menyatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan maksimal.
“Anak-anak sekolah Filial ini tak berbeda dibanding anak-anak sekolah formal lainnya. Sebab status mereka itu hanya berada dalam pembinaan di Lapas,” ujar Baiti kepada Wideazona.com, di ruang kerjanya, Jumat (11/2/2019).
Karena itu, SDN 25 Palembang yang ditunjuk sebagai sekolah filial bagi anak-anak lapas, tetap memberikan materi pelajaran yang sama.
“Karena itu kami sangat mendukung adanya sekokah filial ini. Sebab, hakikatnya warga binaan pemasyarakatan adalah insan dan sumber daya manusia. Karena itu eksistensi mereka harus diperlakukan dengan baik, termasuk memberikan hak pendidikan yang sama,” katanya.
Meski mereka itu berada di lapas, namun pihak sekolah tak bisa mengabaikan nilai o3 didikan mereka.
Meski diberi pendidikan yang sama, namun yang membedakannya adalah guru yang datang ke lingkungan pendidikan mereka di sekolah Filial, diawali dari pukuk 7.30 Wib hingga selesai.
Sementara itu, dalam menyiapkan materi ujian nasional, Baiti menyatakan akan memberikan pola pendidikan yang sama dibanding anak umunya. “Artinya, kita memberikan nilai pengajaran yang sama. Kita ingin mereka mendapatkan nilai ujian nasional yang baik,” katanya.
Dengan demikian, anak-anak itu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjutan. “Pokoknya kita akan memberikan materi yang mengacu ke ujian nasional,” tukasnya.
Menurut dia, anak-anak pendidikan di lapas (andikpas) tak boleh dianggap remeh dan diskriminatif. Hanya karena pernah melakukan tindakan kriminal, lalu mereka dianggap sebelah mata. “Ini pandangan yang keliru,” tegasnya.
Meski saat ini mereka berada di lapas, tapi andikpas itu adalah anak-anak bangsa yang mesti diperlakukan sama, sehingga mereka akan tampil sebagai anak bangsa yang bertanggung jawab membangun negeri ini.
(hasan basri)



















