AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA bersama Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEVIMA bersama Rhenald Kasali dan ratusan rektor diskusi perkembangan AI untuk perguruan tinggi.

SEVIMA bersama Rhenald Kasali dan ratusan rektor diskusi perkembangan AI untuk perguruan tinggi.

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sekaligus Founder Rumah Perubahan Prof Rhenald Kasali menyebut artificial intelligence [AI] telah menghancurkan monopoli pengetahuan yang selama ini dipegang dosen. Bahkan kerap viral di media sosial, candaan sebagian generasi muda yang menganggap kuliah adalah scam [penipuan].

Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan pimpinan perguruan tinggi dalam Executive Workshop SEVIMA bertajuk “Lead The Future: Memimpin Orkestrasi Kampus Berdampak dengan Artificial Intelligence [AI] dan Kurikulum Outcome Based Education [OBE].”

Bagi Prof Rhenald Kasali, ini adalah wake-up call [panggilan] bagi kampus untuk segera berubah.

“Sekarang, dosen bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan. GenZ sudah punya orang cerdas kepercayaan di sini. Dia lebih percaya yang disini. AI bisa menjelaskan lintas disiplin. Jadi kalau kita tidak melakukan apapun, AI sudah siap menghancurkan monopoli pengetahuan dari dosen,” ujar Rhenald dalam Executive Workshop SEVIMA,  Rabu 18 Februari 2026 di Rumah Perubahan, Jakarta.

Untuk berubah, pendidikan yang dulunya adalah proses menyalurkan ilmu dari dosen kepada mahasiswa, harus diubah. Yaitu untuk mengonstruksi manusia, membentuk dan mengembangkan potensi individu sesuai dengan keunikan masing-masing.

Untuk mendiskusikan problematika ini, hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Dr Henri Togar HT MA, Guru Besar Universitas Indonesia dan penggagas Rumah Perubahan Prof Rhenald Kasali PhD, serta para pakar sebagai narasumber.

Baca Juga:  Pancasila di Persimpangan Jalan

Acara ini juga dibuka secara hybrid oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Menteri Agama, dan berbagai pejabat tinggi lainnya diikuti oleh ratusan rektor dari seluruh Indonesia.

Berikut tiga tips bagi perguruan tinggi untuk segera berubah di era perkembangan AI:

1. Petakan Dulu Masalah Dasar Pendidikan

CEO SEVIMA Sugianto Halim MMT mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia membutuhkan transformasi mendesak.

Sebagai catatan, data yang menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan yakni Angka Partisipasi Kasar [APK] pendidikan tinggi Indonesia stagnan di angka 32,89 persen selama hampir delapan tahun. Artinya hanya 32 dari 100 anak usia kuliah yang mengenyam pendidikan tinggi.

Padahal target RPJPN menuju Indonesia Emas 2045 mematok 60 persen, sebuah lompatan yang menuntut pertumbuhan eksponensial. Kesenjangan antar wilayah memperparah situasi, dimana APK Yogyakarta di 74 persen dan Papua Pegunungan hanya 13 persen, sementara 9,9 juta anak muda berstatus NEET (tidak kuliah, tidak bekerja, tidak mengikuti pelatihan).

Namun, ada juga peluang. Berdasarkan survei yang dilakukan SEVIMA terhadap lebih dari 300+ pimpinan dan civitas perguruan tinggi di Indonesia, ditemukan fakta bahwa 68,1 persen institusi berencana memprioritas teknologi generative AI ke dalam sistem mereka dalam tiga tahun ke depan.

Baca Juga:  Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang

Ini bukan angka kecil. Ini adalah sinyal kuat bahwa arah transformasi digital di dunia pendidikan tinggi sudah mulai bergeser dari digitalisasi administratif menuju pemanfaatan teknologi cerdas berbasis AI.

Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr Henri Togar HT MA menegaskan OBE sebagai instrumen strategis agar AI tidak sekadar menjadi gimmick. Menurutnya teknologi harus mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui tiga tahap, yakni perencanaan [memetakan capaian pembelajaran], pelaksanaan [pembelajaran interaktif-adaptif], dan evaluasi [penilaian objektif berbasis bukti].

Urgensinya, kebutuhan tenaga kerja sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi [TIK] diperkirakan 2 juta orang saat ini dan diproyeksikan melonjak hingga 9 juta pada 2030 dengan permintaan kuat di bidang AI.

Sementara dari 244 PTS di bawah binaannya, prodi yang secara eksplisit fokus pada kecerdasan buatan baru ada di 2 kampus dan belum menghasilkan lulusan.

Tantangan implementasi pun tidak ringan, perkembangan AI yang bergerak dalam hitungan hari berbenturan dengan proses kurikulum yang memakan waktu panjang, kesiapan dosen yang harus melampaui teori ke penerapan nyata, serta ancaman terhadap integritas akademik di era mahasiswa yang terbiasa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas.

“Teknologi seharusnya membantu manusia berkembang, bukan menggantikan peran manusia secara mentah,” tegas Henri.

Selanjutnya Adaftif dan Kejar………………

Berita Terkait

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Berita Terbaru