Kapal Bermuatan Puluhan Wisatawan Kupang Tenggelam

- Jurnalis

Selasa, 12 Maret 2024 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal kayu bermuatan 36 wisatawan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur tenggelam dihantam gelombang tinggi, Minggu (10/3/24) sore

Kapal kayu bermuatan 36 wisatawan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur tenggelam dihantam gelombang tinggi, Minggu (10/3/24) sore

WIDEAZONE.COM, KUPANG | Kapal kayu bermuatan 36 wisatawan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur tenggelam dihantam gelombang tinggi, Minggu (10/3/24) sore. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Dilansir dari berita satu, Kapal kayu tersebut berangkat dari Kupang menuju Pulau Kera, yang berjarak kurang lebih 5 mil.

Saat di tengah perjalanan, kapal tersebut diterpa angin kencang dan gelombang tinggi.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berdasarkan laporan warga, petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan penyelamatan.

“Kecelakaan kapal tersebut berada di antara pelabuhan TPI Oeba Kupang dan Pulau Kera. Mereka berlayar menuju Pulau Kera untuk berlibur,” jelas Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Kupang, Muhdar

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berdasarkan laporan, kasus tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WITA. Seusai menerima laporan, tim SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan Armada Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan tiba di lokasi kejadian pukul 17.15 WITA.

Berita Terkait

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:02 WIB

AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB