Didaulat Jadi Ketum PPITTNI, Dempo Xler: Satu Komando Jemput Peradaban Indonesia Emas

- Jurnalis

Jumat, 29 September 2023 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan sambutan dalam Muktamar II DPP PPITTNI yang diselenggarakan di Jakabaring Sport City Kota Palembang.

Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan sambutan dalam Muktamar II DPP PPITTNI yang diselenggarakan di Jakabaring Sport City Kota Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Putra asal Bengkulu Dempo Xler SIP MAP secara resmi didaulat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia [DPP PPITTNI].

Penunjukan Dempo Xler itu langsung dilakukan Pimpinan Tertinggi Thoriqoh Naqsyabandiyah Buya Syekh Muhammad Ali Idris asuhan Buya Syekh Muhammad Rasyid Syah Fandy, dalam sidang Muktamar ke II di Jakabaring Sport City Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel], Selasa 26 September 2023.

Dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Sidang I Novan Fadli SH dari Kabupaten Pali, Ketua Sidang II Yumartin dari Kabupaten Mukomuko, Ketua Sidang III, Syahrul Kurnia dari Palembang itu.

Tidak hanya Dempo Xler, D Andalas juga ditunjuk sebagai Sekertaris Umum dan Bendahara Umum dijabat oleh Emlan SP dengan kepengurusan DPP PPITTNI periode 2023-2028.

Muktamar ke-II itu dihadiri pengurus DPW, DPD, DPC se-Indoneisa dan sekitar 12.000 orang pengamal ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah. Hadir juga Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru.

“Muktamar ke-II merupakan hari bersejarah dalam perjuangan. Maka semua harus satu komando dalam menjemput peradaban Indonesia Emas,” ungkap Ketua DPP PPITTNI Dempo Xler dalam keterangannya pada gelaran Muktamar yang diselenggarakan di Jakabaring Sport City Kota Palembang.

Kita harus terus berjuang, tegas Dempo, dengan gong lebih besar lagi. Dirinya telah mendapatkan mandat besar dari Buya Syekh Muhammad Ali Idris.

Baca Juga:  Kemenkeu Tetapkan Kurs Pajak 4–10 Maret 2026, USD Rp16.800

Dia menyebutkan di 2030, visi besarnya tidak hanya menjemput peradaban Indonesia Emas. Namun menjemput peradaban Indonesia Emas, terwujudnya perdamaian dunia. “Tugas kita tidak hanya menjaga NKRI. Namun menjaga perdamaian di seluruh muka bumi. Baik antara manusia dengan manusia, manusa dengan alam, manusia dengan hewan,” tuturnya.

Menurutnya, selain menggelar Muktamar ke-II yang dibuka langsung oleh Buya Syekh Muhammad Ali Idris itu. Juga dilakukan Pelantikan Ketua DPW/DPC Kabupaten/kota Se-Indonesia. Termasuk menggelar zikir akbar nasional, untuk mendoakan bangsa, negara dan dunia.

“Zikir ini melimpahkan amal untuk bangsa indonesia dalam mewujudkan peradaban Indonesia Emas 2030 dan terwujudnya perdamaian dunia,” ungkap Dempo.

Sementara itu, Pimpinan Tertinggi Thoriqoh Naqsyabandiyah Buya Syekh Muhammad Ali Idris mengatakan, sejak meninggalnya Buya Syekh Muhammad Rasyid Syah Fandy sebagai Pimpinan Tertinggi Thoriqoh Naqsyabandiyah pada 22 Mei 2023. Banyak goncangan hebat pada Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah.

Namun demikian, syekh muda, mursyid dan pengamal ilmu tasawuf tetap berpegang teguh pada perjuangan. “Gerakan perjuangan kita hari ini, bukan hanya untuk Indonesia. Tapi juga untuk internasional,” ungkap Buya.

Dalam meneguhkan perjuangan, Buya mengatakan, semua harus berpegang kepada visi besar dalam mewujudkan peradaban Indonesia emas, terciptanya perdamaian dunia. “Mari kita berjuang habis-habisan  mewujudkan perdaban Indonesia Emas  dan terciptanya perdamaian dunia,” terangnya.

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Buya juga memandatkan Ketua Umum DPP PPITTNI Dempo Xler untuk menata pengajian dan mengibarkan panji Thoriqoh Naqsyabandiyah di bumi pertiwi dan seluruh dunia. Tentu untuk mewujudkan arah perjuangan menjemput peradaban Indonesia emas, terciptanya perdamaian dunia.

“Kibarkan panji Thoriqoh Naqsyabandiyah di bumi pertiwi dan seluruh dunia,” ungkap Buya.

Senada, salah satu guru Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia dari Kota Bogor Riko mengatakan, dirinya bersama pengamal Ilmu Tasawuf tentu menyambut gembira atas digelarnya Muktamar ke-II tersebut. “Ini menjadi gong perjuangan untuk mewujudkan peradaban Indonesia Emas 2030 dan terwujudnya perdamaian dunia,” terang Riko.

Hasil Muktamar ke-II itu, menurut Riko akan disampaikannya kepada  pengamal Ilmu Tasawuf di Bogor dan pulau jawa. Visi besar itu, menjadi tongkat perjuangan para pengamal Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia.

“Kita akan berjuang habis-habisan untuk mewujudkan visi besar untuk dunia tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Sidang II Yumartin mengatakan, Muktamar ke-II PPITTNI itu, mengesahkan AD-ART yang baru dan mengukuhkan Ketua, Sekretaris dan Bendahara yang baru DPP PPITTNI.

“Muktamar ini menetapkan arah perjuangan. Sesuai dengan penyampaian Ketua Umum Dempo Xler, kita harus berjuang habis-habisan. Berkorban jiwa raga, waktu, pikiran, harta, benda, untuk menjemput peradaban Indonesia emas dan terwujudnya perdamaian dunia,” tandas Yumartin. [Deny Wahyudi]

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Sabtu, 18 April 2026 - 08:07 WIB

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terbaru