Hati-Hati Perampokan di Whatsapp dan Gmail, Ini Modusnya

- Jurnalis

Sabtu, 16 September 2023 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: Reuters

Sumber foto: Reuters

WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Para pelaku kejahatan siber semakin cerdik dalam menjalankan aksinya. Kini, mereka mulai memanfaatkan media sosial dan surel (e-mail), yakni WhatsApp hingga Gmail.

Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, merilis daftar rekayasa sosial yang digunakan para penjahat siber untuk menyerang atau menipu perusahaan melalui pesan dan e-mail dari dukungan teknis palsu, serangan e-mail bisnis, dan permintaan data pada lembaga penegak hukum palsu.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berikut modus yang dilakukan para penipu siber.

  1. Mengaku dari Dukungan Teknis
    Cara pertama yang dilakukan para pelaku siber untuk menjalankan aksinya adalah mengaku sebagai dukungan teknis atau technical support dan melakukan panggilan kepada karyawan perusahaan. Biasanya, panggilan tersebut dilakukan pada akhir pekan.
Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Melalui panggilannya, para pelaku mengaku bahwa mereka mendeteksi aktivitas aneh pada komputer kerja dan meminta pegawai untuk segera datang ke kantor. Petugas palsu akan menawarkan menyelesaikan masalah dari jarak jauh dengan RAT, tetapi butuh informasi kredensial login karyawan.

Berita Terkait

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:02 WIB

AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Berita Terbaru

Wali Kota Palembang Ratu Dewa

Palembang

Ratu Dewa Apresiasi TMMD Kodim 0418/Palembang

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:11 WIB