WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pekerja Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Palembang memohon kebijakan Walikota Palembang terkait Peraturan Walikota tentang larangan truk angkutan ke pelabuhan pada siang hari.
Akibat peraturan itu, suasana pelabuhan Boom Baru Palembang kurang aktivitas pada siang hari.
“Padahal pelabuhan merupakan garda terdepan bagi kehidupan ekonomi Kota Palembang sekaligus Sumatera Selatan,” ujar Ketua Primer Koperasi TKBM Palembang Muhammad Unif AS saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (31/7/2019).
Truk-truk pengangkut barang itu, kata Unif, batu bisa beroperasi pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wib, atau pukul 8.00 malam.
Padahal rute truk angkutan barang tidak mengganggu situasi lalu lintas di jalan-jalan protokol dan jalan besar di Kota Palembang.
Truk-truk angkutan barang dari pelabuhan Boom Baru melewati rute Jalan Muhammad Zen, Jalan Mangku Negara, Kebun Sayur, Jalan Bandara dan Jalan Musi II.
Menurut Unif, yang perlu diperhatikan itu bukan mobil truknya, tapi sopirnya. Banyak sopir yang ugal-ugalan di jalan raya.
Mereka membawa truk gandeng, misalnya, seolah menjadi raja jalanan. Akibatnya, selain tak memberi celah kesempatan kepada mobil lain, jalan jadi macet.
“Sopir itu mempunyai pikiran, truk gandeng yang dibawanya itu memiliki asuransi. Apabila terjadi kerusakan, yang mengganti tentu asuransi. Maka itu mereka seenaknya saja memakai badan jalan,” kata Unif.
Selain itu, bekerja pada malam hari sesuai ketentuan Perwali tentang larangan mobil truk dan truk gandeng melalui jalan kota, memiliki risiko yang kerap menelan korban jiwa.
Sebab bekerja di wilayah pelabuhan, risiko kecelakaan sangat besar. Karena pekerja berhadapan dengan sejumlah alat-alat berat, seperti crane, forclif dan alat berbahaya lainnya.
“Makanya saya meminta kebijkan Pak Walikota untuk meninjau peraturan itu. Kita tidak menghendaki terjadinya sejumlah kecelakaan terhadap pekerja TKBM,” tukas Unif menutup perbincangan. (anto narasoma)



![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

