Soal KKB, Negara Harus Konsisten

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras-WI

Foto ilustras-WI

AKSI brutal Kelompok Kriminal Bersenjata [KKB] Papua terus terjadi terhadap Parajurit TNI, bahkan menyasar ke pada masyarakat setempat.

Baru baru ini, tindakan KKB di Pos Satgas Mupe Marinir di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga Papua, mengakibatkan dua orang Prajurit Marinir meninggal dunia dan 9 lainnya mengalami luka berat terkena granat lontar.

Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Dedeng Zawawi SH MH
Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Dedeng Zawawi SH MH

“Awalnya, Presiden Republik Indonesia menginstruksikan KKB untu ditanggulangi. Instruksi tersebut langsung direspon pihak TNI, hingga TNI pun mengerahkan pasukan secara maksiml dalam menanggulangi kelompok teroris itu,” kata Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Dedeng Zawawi SH MH ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Senin [28/3/2022].

Zawawi mengatakan ketika dipegang oleh Panglima baru, operasi yang dilakukan malah sebaliknya [agak menurun] sehingga berdampak beberapa kasus kembali terjadi. Sebenarnya jika dari sebelumnya dilancarkan operasi militer terhadap KKB ini, terus ditekan, diminimalisir maka kelompok tersebut secara konsisten dapat dituntaskan.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

“Karena pada saat itu, KKB telah memainkan isu HAM untuk mendapatkan perlindungan dari luar negeri dan ini menjadi sorotan dunia internasional. Dengan pola dan strategi tersebut maka mau tidak mau pihak aparat kita menarik pasukan dari lokasi itu,” ujarnya.

Kelompok ini [KKB], menurut Zawawi, melakukan tindakan serta perbuatan melawan hukum, seperti kriminal, membunuh, bersenjata dan lebih membahayakan lagi untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI]. Secara hukum perbuatan tersebut sudah masuk di internal Negara terkait masifnya kekerasan yang dilakukan KKB yang berujung pada kematian.

Baca Juga:  SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

“Tindakan yang dilakukan KKB tidak bisa ditolerir. Atas peristiwa yang terjadi, sepertinya Panglima kita melemah, karena kerap kali KKB melakukan penembakan terhadap TNI dan beberapa karyawan,” jelasnya.

Disinggung soal polemik Papua akan dibawa ke ranah internasional, Zawawi mengatakan sebenarnya kita memiliki satu momen di mana pihak internasional belum menyoroti kelompok tersebut.

Hal itu menjadi kesempatan Negara [RI] untuk melakukan suatu tindakan tegas, sebab KKB ini terus mencari perhatian dunia luar sedangkan pihak internasional belum menyoroti dan berpihak ke pada KKB, di saat mereka [Internasional] fokus, mendapat perhatian dari luar maka kelompok [KKB] lebih leluasa lagi melancarkan tindakannya.

Berita Terkait

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:14 WIB

40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Berita Terbaru