Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Jakabaring Palembang.

Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Jakabaring Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung [Bank Sumsel Babel] terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance [GCG] melalui penyelenggaraan Lelang Serentak Bank Sumsel Babel bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang [KPKNL] Palembang, Lahat, dan Pangkalpinang.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap di KPKNL Pangkalpinang pada 19 Mei 2026, KPKNL Lahat pada 21 Mei 2026, dan KPKNL Palembang pada 3 Juni 2026.

Lelang serentak tersebut merupakan langkah strategis perseroan dalam mengoptimalkan aset yang belum sepenuhnya produktif bagi perekonomian masyarakat, agar kembali memiliki nilai ekonomi serta dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga:  Lahat Membangun dari Alam: Strategi Bursah Zarnubi Dongkrak Ekonomi Lewat Wisata dan Perikanan

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penyelesaian kredit bermasalah secara legal, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Keuangan Bank Sumsel Babel, Amrul Muslimin, didampingi Pemimpin Divisi Manajemen Aset Khusus Ahmad Azhari, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui lelang serentak ini, kami ingin memastikan pengelolaan aset dilakukan secara sehat, transparan, dan akuntabel. Aset yang sebelumnya belum produktif diharapkan dapat kembali memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Amrul.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan KPKNL di tiga wilayah menjadi bagian dari sinergi strategis antara perbankan daerah dan instansi pemerintah dalam menghadirkan proses lelang yang aman, terpercaya, dan memiliki kepastian hukum.

Baca Juga:  Gunakan "Brute Force" Bobol Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Ratusan Juta, Empat Ditangkap 2 DPO

“Kami juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperoleh aset bernilai dengan harga kompetitif melalui mekanisme resmi negara,” tambahnya.

Didukung oleh seluruh jaringan kantor Bank Sumsel Babel di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, kegiatan ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap mekanisme lelang resmi yang aman, terbuka, dan legal.

Melalui inisiatif ini, Bank Sumsel Babel optimistis dapat terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan produktivitas aset, serta berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di daerah. [AbV]

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
WIKA Lakukan Perombakan, Prof Harris Arthur Hedar Kembali Masuk Jajaran Komisaris
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:50 WIB

Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB