WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Pemilik organ tunggal saat ini harus hati-hati. Sebab dalam tiap pesta desa atau pesta pernikahan, orgen tunggal dilarang menapilkan musik-musik remix.
“Musik remix selalu memumculkan hal hal yang merusak ketertiban dan keamanan masyarakat, ” ujar Kepala Polisi Sektor Gunung Megang, AKP Feriyanto SH, kemarin.
Dalam pertemuan dengan camat dan para kepala desa se-Kecamatan Ujan Mas, Feryanto melarang para pemilik organ tunggal untuk menampilkan musik remix di saat ada pesta pernikahan.
“Musik remix selalu menimbulkan persoalan sosial. Misalnya sering terjadi mabuk-mabukan, perkelahian massal serta para pendatang menginsumsi narkoba,. Dengan kesepakatan bersama, pemilik organ tunggal dilarang menampilkan musik remix, ” ujar Kapolsek Gunung Megang.
Dalam pertemuan dengan Camat Ujan Mas, Sugiarto Delimpah SSos MSi, Komandan Daerah Militer Muaraenim (yang mewakili) Serda Mahadi, Sekcam Ujan Mas, Hasman Hadi, para kepala desa dan tokoh masyarakat dan pemilik orgen tunggal itu disepakati secara tertulis untuk tidak menampilkan musik musik remix dalam pesta perlikahan atau pesta pesta apapun.
Memaggapi kesepakatan tertulis untuk tidak memutar durasi instrumen musik remix, ditanggapi positif oleh para pemusik senior di Sumatera Selatan.
Pemusik senior Zainuri Kompak, mengatakan remix bukanlah genre musik baru. Senandung remix adalah susunan nada yang tidak memiliki kreasi musikal seperti dangdut, pop, jazz, rock atau musik reggae.

“Coba perhatikan pragmatika musiknya. Selalu berdurasi cepat dan monoton. Jika pendengar berada dalam kondisi sadar (tidak mengonsumsi narkoba), mereka akan muak mengikuti durasinya, ” kata Zainuri kepada Wideazone. com, Jumat (1/3/2019).
Menurut dia, tak ada kenikmatan sama sekali ketika mendengar ritme musik remix. Selain ketukannya monoton, nadanya memicu emosi personal orang-orang yang mengonsumsi pil setan (ekstasi).
Sementara pemusik senior lainnya, Pian Gembol, setuju dengan pendapat rekannya Zainuri Kompak.
Menurut Pian, musik remix adalah jenis irama coba-coba untuk mamancing emosi para pengonsumsi narkoba. Terutama mereka yang meneggak pil setan.
“Tatkala mereka sudah menelan ekstasi, para pendatang ke arena musik remix itu akan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini mereka lakukan tanpa sadar. Semakin kencang durasi yang menguasai emosi mereka, para pengonsumsi narkoba akan semakin asyik dan lupa diri, ” kata Pian Gembol.
Sementara itu Dr dr Zulkhair Ali, mengatakan musik remix memang selalu menumbuhkan malapetaka bagi kesehatan manusia.
Bukan karena iramanya yang monoton, tapi bagi penggemarnya selalu hadir setelah memgonsumsi obat-obat terlarang.
“Dalam dunia kesehatan, mengonsumsi narkoba tak ada untungnya sama sekali. Justru keadaan syaraf para pengonsumsinya menjadi lemah. Mudah lupa dam emosi personalnya mudah terpicu. Makanya mereka mudah tersunggung, ” ujar Zulkhair Ali.
Karena itu Zulkhair setuju apabila pihak Polsek Gunung Megang melakukan kesepakatan tertulis untuk melarang pemutaran instrumen musik remix dalam pesta apapun, terutama musik remix di pesta pernikahan. (anto narasoma/abror vandozer/Shanti)



![PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna melalui pipa _West Natuna Transportation System_ [WNTS]–Pemping untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam pada Selasa [27/10] dini hari.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261030-WA0044-225x129.jpg)
![Penandatanganan Nota Kesepahaman penyediaan tenaga listrik untuk kegiatan usaha Telkom Group antara PLN yang diwakili Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar [kedua dari kanan] didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy [kanan] dengan Telkom Indonesia yang diwakili Direktur Utama Telkom Indonesia, Nanang Hendarno [kedua dari kiri] didampingi Direktur Strategic Business Development and Portofolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji [kiri] di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum [DTIIF] 2026, Selasa [27/10].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261030-WA0042-225x129.jpg)



![Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261029-WA0053_copy_3675x1884-1-225x129.jpg)
![PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna melalui pipa _West Natuna Transportation System_ [WNTS]–Pemping untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam pada Selasa [27/10] dini hari.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261030-WA0044-129x85.jpg)
![Penandatanganan Nota Kesepahaman penyediaan tenaga listrik untuk kegiatan usaha Telkom Group antara PLN yang diwakili Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar [kedua dari kanan] didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy [kanan] dengan Telkom Indonesia yang diwakili Direktur Utama Telkom Indonesia, Nanang Hendarno [kedua dari kiri] didampingi Direktur Strategic Business Development and Portofolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji [kiri] di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum [DTIIF] 2026, Selasa [27/10].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261030-WA0042-129x85.jpg)





![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

