Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.

Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.

Konsolidasi dan Profesionalisme Jadi Tantangan 2026–2030
‎
‎WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.
‎
‎Terpilihnya kembali Jon Heri menjadi sinyal kuat soliditas dan kepercayaan para pimpinan SMSI kabupaten/kota terhadap kepemimpinannya. Namun, di balik dukungan tersebut, tantangan besar telah menanti, mulai dari konsolidasi organisasi, peningkatan profesionalisme perusahaan pers, hingga penguatan daya saing media siber di tengah derasnya transformasi digital.
‎
‎Ketua Dewan Pembina SMSI Sumsel, H Joncik Muhammad, menegaskan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan kepada Jon Heri harus dijawab dengan kerja nyata dan hasil yang dapat dirasakan seluruh anggota.
‎
‎Menurutnya, aklamasi bukan sekadar kemenangan dalam forum organisasi, melainkan amanah besar untuk membawa SMSI Sumsel semakin solid, profesional, dan berkontribusi bagi kemajuan industri pers.
‎
‎“Terpilihnya kembali Saudara Jon Heri menunjukkan adanya kepercayaan dari keluarga besar SMSI Sumatera Selatan. Kepercayaan ini harus dijaga dengan memperkuat soliditas, membangun komunikasi yang baik, dan memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujar Joncik.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa SMSI memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong perusahaan pers agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan industri media.
‎
‎Profesionalisme, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integritas jurnalistik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kata dia, harus menjadi perhatian bersama.
‎
‎“Perusahaan pers tidak boleh hanya bertahan menghadapi transformasi digital, tetapi harus mampu berkembang dan meningkatkan kualitas. Karena itu, profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua Umum SMSI, Drs. Firdaus, M.M., menekankan bahwa musyawarah harus menjadi ruang demokrasi organisasi yang mengedepankan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
‎
‎Ia mengingatkan agar organisasi memberikan ruang bagi kader-kader potensial untuk tumbuh dan mengambil peran dalam mendorong kemajuan SMSI.
‎
‎“Jangan sampai orang yang memiliki potensi justru ditinggalkan. Organisasi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang mampu membawa kemajuan bersama,” ujar Firdaus.
‎
‎Firdaus juga menyoroti perubahan teknologi digital yang semakin cepat dan menuntut perusahaan media untuk terus berbenah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar perusahaan pers tetap relevan dan kompetitif.
‎
‎Menurutnya, SMSI harus menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas bagi perusahaan media yang tergabung di dalamnya.
‎
‎Usai kembali terpilih, Jon Heri mengajak seluruh anggota SMSI Sumsel memperkuat kebersamaan dan menjadikan pengalaman berorganisasi sebagai modal untuk meningkatkan kualitas organisasi.
‎
‎“Seluruh anggota SMSI bukan lagi orang-orang baru. Kita sudah sama-sama mengenal organisasi ini. Karena itu, mari terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan bekerja lebih baik untuk kemajuan SMSI,” ungkapnya.
‎
‎Jon Heri menegaskan, perubahan teknologi informasi harus direspons dengan pembenahan menyeluruh, tidak hanya pada kualitas pemberitaan, tetapi juga manajemen bisnis media, kompetensi wartawan, dan pemanfaatan teknologi digital.
‎
‎Ia menilai, kekompakan pengurus dan anggota menjadi fondasi utama keberlangsungan organisasi. Soliditas, menurutnya, tidak boleh berhenti pada kesepakatan dalam forum musyawarah, tetapi harus diwujudkan melalui program kerja konkret dan hasil yang terukur.
‎
‎Kembali terpilihnya Jon Heri sekaligus menandai dimulainya periode baru kepemimpinan SMSI Sumsel dengan pekerjaan rumah yang tidak ringan.
‎
‎Selain memperkuat konsolidasi internal, SMSI dituntut mendorong perusahaan media anggotanya agar semakin sehat secara bisnis, berkualitas dalam pemberitaan, profesional dalam pengelolaan, serta mampu menjaga kepercayaan publik.
‎
‎Dukungan para pimpinan SMSI kabupaten/kota dan pembinaan Dewan Pembina menjadi modal penting. Namun, keberhasilan kepemimpinan 2026–2030 pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi program dan capaian nyata.
‎
‎Aklamasi telah mengantarkan Jon Heri kembali ke kursi ketua. Kini, publik dan seluruh anggota SMSI menunggu pembuktiannya: apakah empat tahun ke depan mampu menjadi momentum kebangkitan perusahaan media siber yang lebih profesional, berdaya saing, dan berintegritas di Sumatera Selatan.
‎
‎Laporan/Editor Abror Vandozer

Baca Juga:  Korupsi Lampu Jalan Palembang, Dua Tersangka Ditahan! Kerugian Negara Rp3,07 Miliar

Berita Terkait

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019
Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot
Korupsi Lampu Jalan Palembang, Dua Tersangka Ditahan! Kerugian Negara Rp3,07 Miliar
Plang PBB Bapenda Terpasang di Dua Objek IGM, Marzuki Alie Minta DPRD Bersikap Tegas
BREAKING NEWS: Bapenda Palembang Pasang Plang Penunggak Pajak di Dua Objek STIMIK IGM
Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot

Berita Terbaru