Re-desain Pembelajaran IPA Adaptif di Masa Pandemi

- Jurnalis

Senin, 18 Oktober 2021 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Konsosrsium Pendidikan Biologi Indonesia Prof Dr Paidi MSi menyampaikan pembelajaran IPA secara daring telah terlaksana namun kualitasnya belum baik.

“Masih kurang keadaptian serta keefektifannya,” ujarnya saat dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

Seminar tersebut mengusung tema “Re-desain Pembelajaran IPA yang Adaptif di Masa Pandemi COVID-19”.

Dr Paidi mengatakan bahwa penggunaan teknologi informasi tidak dapat sepenuhnya mengganti proses tatap muka.

Jika mencapai pada masanya, ujar Paidi, yakni Era pasca Pandemi, pembelajaran IPA harus memiliki unsur-unsur pembangun yang efektif seperti berorientasi pada kemampuan abad 21.

Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].
Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

“Penggunaan tema-tema interdisipliner, adanya scientific process, media dan bahan belajar berbasis AR/VR dan serupa, aktivitas belajar daring, objek dan persoalan nyata dan aktifitas belajar luring atau klasikal,” jelasnya.

Sementara, menurut Dr Hartono MA selaku Dekan FKIP Unsri, pandemi COVID-19 menyebabkan pembelajaran berubah dari tatap muka [luring] menjadi daring.

“Walaupun pembelajaran online ini memiliki hambatan tetapi guru dan dosen tetap harus menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut dengan meningkatkan keterampilan dan terus meng-up-grade diri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hartono mengatakan terdapat berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi peserta didik dalam pembelajaran daring. Faktor internal antara lain, peserta didik diukur kejujurannya, suasana hati peserta didik sehingga bahagia mengikuti pembelajaran daring. Faktor eksternal terdiri atas indikator sosial terkait kerjasama dan toleransi.

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang

Selain itu, jelas hartono, faktor lingkungan seperti suasana, fasilitas. Persepsi siswa SMA terhadap Mata Pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi menunjukkan pembelajaran secara daring belum efektif karena terdapat hambatan-hambatan terlaksananya pembelajaran daring seperti kendala sinyal dan peserta didik yang tinggal di tempat pelosok yang kesulitan mendapatkan akses sinyal internet.

Di sisi lain, Prof Dr Erman MPd dari Universitas Negeri Surabaya mempertegas harapan pembelajaran yang adaptif dan efektif pada masa pandemi [saat ini] dan pasca pandemi [masa depan].

“Pembelajaran IPA masa kini dan masa depan sudah seharusnya menjadi pembelajaran yang adaptif dan efektif, karena Pembelajaran yang adaptif yang dapat berlangsung di berbagai situasi atau lingkungan belajar baik secara luring ataupun daring” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran yang adaptif dan efektif dapat mencapai tujuan atau kompetensi dan dapat membuat peserta didik belajar IPA dengan baik

Pada kesempatan itu, Dr Parmin MPd dari Universitas Negeri Semarang menuturkan mahasiswa sudah seharusnya memiliki kemandirian dalam belajar

Menurut Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia ini, Masa pandemi seperti saat ini harus bisa mendorong lebih besar kemandirian mahasiswa dalam belajar dan juga menberikan cukup ruang bagi pendidik untuk membuat berbagai inovasi dalam pembelajaran

Baca Juga:  Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

“Mahasiswa diharapkan [dapat lebih] menghasilkan karya publikasi dan mengembangkan jiwa science entrepreneurship. Juga Pendidik bisa memiliki inovasi dalam pembelajaran yang dapat dijadikan research untuk pada akhirnya dipublikasikan,” tandasnya.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan dihadiri oleh Keynote Speaker serta invited Speaker dari berbagai Universitas.

Keynote Speaker antara lain Prof Dr Erman MPd [Universitas Negeri Surabaya], Prof Dr Paidi MSi [Universitas Negeri Yogyakarta – Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia], Dr Parmin SPd MPd [Universitas Negeri Semarang- Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia], dan Dr Hartono MA [Dekan FKIP Universitas Sriwijaya].

Selain itu pada sesi paralel dihadiri secara daring oleh invited speaker yaitu Prof Dr Suratno MSi [Universitas Jember], Dr Suroso Mukti Leksono MSi [Universitas Ageng Tirtayasa], Dr. Rahmi Susanti MSi [Unsri], Dr Ratu Betta Rudibyani MSi [Unila], Dr Rer Nat Sri Mulyani MSi [Universitas Sebelas Maret], Dr Effendi MSi [Unsri], Dr Mustikawati MSc [Universitas Lambung Mangkurat], Dr Sahrul Saehana MSi [Universitas Tadulako], dan Dr Ismet MSi [Unsri].

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terbaru